Suara.com - Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (18/9/2014) dibuka melanjutkan penguatan sebesar 8,21 poin didorong sentimen eksternal.
IHSG BEI dibuka naik 8,21 poin atau 0,16 persen menjadi 5.196,39, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,05 poin (0,23 persen) ke level 880,71.
"Sentimen positif global masih cukup kuat mempengaruhi pasar saham domestik," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta.
Ia mengemukakan bahwa bank sentral AS dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal masih mempertahankan suku bunga rendah 0,25 persen, meski berencana untuk mengakhiri program pembelian aset bulanan pada Oktober tahun ini.
Selain itu, lanjut dia, bank sentral Tiongkok (PBoC) yang meningkatkan likuiditas dengan menyuntikkan 500 miliar yuan atau setara dengan 81 miliar dolar AS dengan tenor 3 bulan ke lima bank terbesarnya untuk mendukung pertumbuhan masih menjadi sentimen positif di pasar.
"Sentimen dari Tiongkok dan Amerika Serikat diperkirakan menjaga momentum kenaikan indeks BEI," katanya.
Dari dalam negeri, menurut Alfiansyah, masih minim sentimen, hanya sentimen individual emiten dan faktor teknis sebagai penopang indeks BEI.
Ia mengatakan bahwa Pasca diumumkannya struktur kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pasar domestik kembali dihadapkan pada ketidakpastian, terutama mengenai profil menteri dalam kabinet, dukungan parlemen kepada pemerintahan presiden terpilih dan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 170,00 poin (0,70 persen) ke level 24.206,41, indeks Nikkei naik 165,25 poin (1,04 persen) ke level 16.053,74 dan Straits Times menguat 6,50 poin (0,20 persen) ke posisi 3.303,37. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Saham-saham Bluechip Saatnya Tampil?
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bos BP BUMN Cari Peruntungan Sektor Energi Lewat Kolaborasi ExxonMobil
-
Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV
-
Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas
-
Harga Pangan Hari Ini Melonjak, Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu/Kg, Ayam Rp52 Ribu
-
JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?
-
Ekspansi Regional, MedcoEnergi (MEDC) Resmi Amankan PSC Cendramas di Malaysia
-
Bank Mandiri Raup 750 Juta Dolar AS dari Global Bond, Oversubscribe 3,3 Kali
-
Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya
-
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia
-
Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun