Suara.com - PT Freeport Indonesia menghentikan sementara waktu operasional tambang di Gresberg (tambang terbuka), menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan itu, yang menewaskan empat orang, dan mencederai lima orang lainnya. Peristiwa kecelakaan itu terjadi Sabtu, (27/9/2014), sekitar pukul 07.24 WIT.
Penghentian sementara kegiatan operasional di kawasan tambang terbuka itu agar proses investigasi dapat dilakukan, mengingat keselamatan kerja merupakan prioritas utama PT Freeport Indonesia.
Insiden tersebut juga sudah dilaporkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dalam keterangan tertulisnya, PT Freeport Indonesia menyebutkan, sesaat setelah insiden terjadi tim tanggap darurat Grasberg Mine Rescue segera diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi.
Kecelakaan lalu lintas itu melibatkan mobil Haul Truck TPY 785 nomor 220 yang di kemudikan John W nomor identitas 899625.
Truk besar itu menabrak mobil toyota LWB Nomor badan 01 2740 R berpenumpang sembilan orangg, yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia, dan lima orang lainnya luka-luka.
Dua dari lima orang luka-luka itu kini dalam kondisi kritis.
Identitas korban meninggal dunia yakni Luther Patanggi asal Toraja Sulawesi selatan, Simon Seba asal Toraja, Richardo Tomasela asal Ambon, dan Nursio asal Jawa.
Korban luka-luka yang kritis yakni Komarudin Poleng asal Sulawesi Selatan , Andreas Rahenwin asal Key, Maluku.
Tiga korban luka-luka lainnya, yakni Thomas Pieter Siloy asal Ambon, Billy Angresu asal Manokwari, dan Irianto asal Jawa Korban meninggal dunia, saat ini masih masih berada Rumah Sakit Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.
Keluarga besar PT Freeport Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan, polisi sudah berada di lokasi kejadian yang dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Mimika, dibantu Kasat Reserse.
"Mereka sedang melakukan olah TKP," ujar Pudjo. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?
-
Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga