Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin terpuruk dan berada di posisi 4.900. Pada sesi pembukaan perdagangan, Selasa (14/10/2014), IHSG BEI dibuka turun 10,59 poin atau 0,22 persen menjadi 4.902,45, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,65 poin (0,32 persen) ke level 825,64.
"Outlook ekonomi global yang kurang positif masih membayangi laju indeks BEI. Lembaga dana moneter internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,8 persen dan area Eropa akan tumbuh 1,3 persen di 2015," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah.
Dari dalam negeri, ia mengemukakan pasar juga masih dibayangi oleh pernyataan Menteri Keuangan Chatib Basri bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 sulit mencapai 5,8 persen, karena perekonomian seluruh negara berkembang masih melambat dan menghadapi risiko normalisasi kebijakan moneter the Fed di tahun 2015 yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan gejolak baru.
Selain itu, lanjut dia, Investor juga sedang mencermati kondisi politik menjelang pelantikan presiden baru dan susunan kabinet dalam pemerintahan baru nanti serta rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Kenaikan harga BBM di satu sisi bisa mengurangi beban anggaran subsidi dan dapat dialihkan untuk hal produktif, tapi di sisi lain ada risiko meningkatnya laju inflasi tahun 2014 serta dampak sosial, termasuk penolakan atas rencana itu," katanya.
Ia memperkirakan bahwa hingga pelantikan presiden-wapres terpilih, bursa saham domestik diprediksi berfluktuasi.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa nilai tukar rupiah yang masih berada dalam area pelemahan sehingga masih membayangi laju IHSG BEI.
"Sentimen global dan domestik membuat laju IHSG masih dalam fase penurunan, namun diharapkan muncul sentimen positif baru sehingga dapat menahan koreksi indeks BEI lebih dalam," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 137,20 poin (0,59 persen) ke 23.280,58, indeks Nikkei turun 270,52 poin (1,77 persen) ke 15.030,35 dan Straits Times menguat 0,24 poin (0,01 persen) ke posisi 3.202,39. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Belum bangkit, IHSG Ditutup Anjlok 4,88 Persen ke Level 7.922
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan