Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/12/2014), ditutup menguat 43,09 poin atau 0,84 persen ke posisi 5.165,40.
Indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga menguat tipis 9,16 poin atau 1,04 persen ke posisi 890,07.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan menguatnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham domestik. Di sisi lain, lanjut dia, bursa saham global yang mayoritas bergerak menguat juga menjadi salah satu pendorong investor di dalam negeri kembali mengambil posisi akumulasi dan membuat indeks BEI menguat.
"Minimnya sentimen di dalam negeri, membuat investor mencermati laju pergerakan bursa saham global," katanya.
Secara teknikal, ia menambahkan, pergerakan IHSG BEI pada hari ini berpotensi melanjutkan penguatan ke depannya untuk mencapai target batas atas di level 5.229 poin.
Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa kenaikan IHSG BEI masih dibayangi oleh aksi jual pelaku pasar saham yang mulai mengantisipasi sentimen negatif dari potensi inflasi Desember diperkirakan di atas 2,2 persen akibat kenaikan harga BBM di pertengahan bulan November lalu.
"Inflasi Desember masih akan membayangi pasar saham domestik," katanya.
Sementara nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, menguat sebesar 58 poin menjadi Rp12.273 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.331 per dolar AS.
"Intervensi yang dilakukan Bank Indonesia di pasar valutra asing domestik memberi dampak pada penguatan mata uang rupiah," ujar Analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong. Menurut Lukman, meski intervensi yang dilakukan Bank Indonesia masih dalam skala kecil, kondisi itu cukup untuk menumbuhkan kepercayaan pelaku pasar bahwa pemerintah memperhatikan fulktuasinya.
"Rupiah masih cukup stabil dibandingkan mata uang di kawasan regional, yang penting fluktuasinya masih terjaga," katanya.
Ia menambahkan bahwa untuk menjaga rupiah, Bank Indonesia juga masih memiliki peluang untuk kembali menaikkan suku bunga sekitar 25 basis poin (bps) menjadi delapan persen. Di tengah ekspektasi inflasi yang akan tinggi, penjagaan rupiah melalui kebijakan BI rate cukup positif. (Antara)
Berita Terkait
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896
-
Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong