Suara.com - Qatar Airways tengah menguji coba sebuah sistem baru di mana rekaman data penerbangan pesawat bisa diteruskan dari kotak hitam langsung ke menara pengawas (Air Traffic Controller) selama pesawat itu masih di udara. Maskapai Uni Emirat Arab itu akan menjadi pesawat pertama yang mempunyai sistem tersebut.
Dengan sistem ini, menara pengawas bisa mengetahui semua yang terjadi di pesawat itu selama di udara. Selama ini, rekaman data penerbangan tersimpan di dalam kotak hitam sehingga apabila terjadi kecelakaan maka untuk menentukan penyebab kecelakaan harus melalui black box.
Presiden Direktur Qatar Airways Al Baker mengatakan, terobosan yang dilakukan oleh Qatar Airways merupakan upaya untuk menjadikan maskapai ini sebagai yang terdepan di industri penerbangan.
“Itulah kenapa maskapai penerbangan Eropa tidak bisa menyaingi kami. Di Timur Tengah, kami adalah pemimpin di industri penerbangan,” kata Baker.
Belum lama ini, Qatar Airways memperkenalkan pesawat Airbus A350XWB yang merupakan pesawat jet komersial pertama yang digunakan oleh maskapai penerbangan. Pesawat itu sudah melakukan penerbangan pertama dari Doha menuju Frankfurt. (Emirates24/7)
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN
-
Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini
-
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian
-
Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70
-
BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!
-
Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?
-
Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang
-
Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang