Suara.com - Zendhi Yudhimadumita mulai tertarik untuk jualan sepatu ketika saudara sepupunya meminta untuk menjadi reseller. Ketika itu, saudara sepupunya sudah mempunyai usaha sepatu buatan sendiri. Awalnya, dia menjual sepatu produksi saudara sepupunya itu di garasi di rumahnya.
“Ketika itu saya menjualnya dengan cara garage sale dan juga ikut dalam acara bazar. Lama-lama, saya mulai tertarik untuk membuat sepatu sendiri. Kebetulan, saya senang menggambar. Dari situlah saya memutuskan untuk memulai usaha sendiri,” kata Zendhi.
Dengan modal Rp16 juta, Zendhi mulai menggambar model sepatu yang ingin dibuatnya. Setelah rancangan sepatu dari bahan corat-coretnya itu selesai, dia mulai mencari tukang yang bisa membuat sepatunya itu.
“Karena masih kecil-kecilan, saya tidak memproduksi sepatu dalam jumlah banyak. Hanya sekitar 90-an items. Sepatu itu saya beri nama Momonyo,” ujarnya.
Kenapa Momonyo? Karena kata itu merupakan panggilang sayang sang suami kepada dirinya. Mulai pertengahan 2014, Zendhi memulai usahanya jualan sepatu. Dia menggunakan bahan kain batik. Alasannya, sudah mulai banyak konsumen yang senang dengan batik. Apalagi, pemerintah juga mulai menggalakkan pemakaian batik untuk sejumlah acara-acara resmi.
Awalnya, Zendhi menargetkan kelas menengah ke atas untuk sepatu buatannya itu. Karena itulah, harga sepatu Momonyo cukup mahal yaitu antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per pasang. Konsumen yang menjadi sasarannya adalah perempuan.
“Sebenarnya alasan kenapa Momonyo hanya dijual untuk kaum perempuan sangat gampang, karena lebih mudah untuk dijual. Tadinya saya sempat ingin membuat sepatu ini untuk anak-anak juga. Karena, ada ibu-ibu yang ingin punya sepatu yang sama dengan anak-anaknya. Tetapi belajar dari pengalaman ketika melakukan garage sale ketika itu, sepatu anak-anak yang sama dengan sepatu perempuan banyak yang sisa sehingga saya putuskan untuk memproduksi sepatu hanya untuk perempuan,” katanya.
Bahan sepatu buatannya juga tidak hanya batik tetapi juga menggunakan bahan dari kain dari sejumlah daerah. Kata dia, dengan membuat sepatu dari bahan kain Nusantara konsumen diharapkan bisa menyukai dan menghargai produk buatan Indonesia.
Zendi merasa senang ketika konsumen puas dengan sepatu buatannya. Dia pun mulai berpikir untuk membuat sepatu lagi dengan pangsa pasar yang berbeda yaitu menengah ke bawah. Maka, lahir lah sepatu dengan merek Zend.
Berbeda dengan Momonyo, harga sepatu ini jauh lebih terjangkau yaitu rata-rata di bawah Rp200 ribu. “Masih tetap menggunakan bahan kain tetapi dengan kualitas yang sedikit berbeda dibandingkan dengan bahan kain yang dipakai untuk sepatu Momonyo,” jelasnya.
Zendhi membuat sepatu dengan harga dan kualitas yang berbeda supaya bisa menjangkau konsumen yang lebih luas lagi. Meski baru beberapa bulan lahir, sepatu dengan merek Zend ternyata mendapat respon yang bagus. Penjualannya sudah mulai mengalahkan Momonyo, yang lahir lebih dulu.
“Saya masih memanfaatkan media sosial untuk menjual sepatu Momonyo dan Zend. Biasanya lewat BlackBerry Messenger, Facebook dan juga Instagram. Saat ini saya sedang menyiapkan website khusus untuk menjual sepatu buatan saya,” jelasnya.
Usaha sepatu ini telah menghasilkan omset sekitar Rp4-13 juta per bulan. Selama ini, Zendhi masih mengerjakan semuanya seorang diri, mulai dari menggambar model sepatu, mengantarkan ke tempat pembuatan sepatu hingga memasarkannya.
“Semoga tahun ini bisa lebih banyak lagi produksi sepatu buatan saya yang terjual dan websitenya juga mulai beroperasi. Saya sih ingin bisa punya tempat khusus untuk memajang sepatu Momonyo dan Zend di rumah saya,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Anti-Burnout Club: 4 Cara Sederhana Ciptakan Momen 'Zen' ala Naomi Zaskia di Tengah Kesibukan
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Patra M Zen Bongkar Kejanggalan Kasus OTM, Sebut Negara Justru Untung USD 524 Juta
-
Patra M Zen: Blending Jadi Oplosan? Fakta Mengejutkan di Sidang Kasus BBM Anak Riza Chalid
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Setelah Dijewer Dony Oskaria, PTPN Baru Bebaskan Kakek Mujiran
-
Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan
-
Novo Nordisk Kantongi Restu FDA, Insulin Seminggu Sekali Resmi Meluncur
-
IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100
-
IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?
-
Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta
-
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
-
Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu
-
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Mulai Juni: Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026