Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (BNI) menjajaki kerjasama dengan institusi keuangan nonbank Korea bernama "Construction Guarantee Cooperative" Korea. Kerjasama ini berkaitan dengan penyaluran transaksi bank garansi atas jaminan ke BNI untuk melayani kebutuhan perusahaan konstruksi Korea yang memiliki proyek di Indonesia.
Pemimpin Divisi Internasional BNI Rahmad Hidayat, Jumat (20/11/2015), mengatakan, melalui pertemuan tersebut, BNI menyatakan ketertarikannya untuk menjembatani kebutuhan bisnis perusahaan konstruksi Korea di Indonesia melalui kerja sama ini.
"Kami sedang menjajaki peluang bisnis untuk memberikan fasilitas semacam credit line kepada CG untuk dapat menyalurkan bank garansi berupa bid bond, performance bond, advance payment bond dan maintenance bond melalui BNI," ujar Rahmad dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta.
Adapaun model bisnis yang dapat dijajaki adalah penerbitan counter guarantee dari CG. Saat ini, terdapat sekitar 55 perusahaan konstruksi asal Korea yang bergerak di Indonesia dengan nilai proyek total sekitar 1,5 miliar dolar AS.
"Potensi bisnis dalam penerbitan bank garansi atas counter guarantee dari CG ini dapat meningkatkan peluang bisnis lintas batas antara Indonesia dan Korea," kata Rahmad.
Kerja sama antara dua institusi tersebut juga akan diarahkan sebagai salah satu peluang bisnis BNI Kantor Cabang Seoul yang baru dibuka serta sebagai salah satu pintu gerbang BNI Kantor Cabang Seoul membuka jaringan di Korea terutama kepada perusahaan konstruksi Korea.
CG merupakan sebuah lembaga keuangan di bawah pengawasan Ministry of Land, Infrastructure and Transportation (MOLIT) Korea. CG dahulu didirikan oleh Ministry of Construction (yang sekarang disebut MOLIT) pada tahun 1963 saat pemerintah Korea sedang menerapkan the first 5year-economy development plan untuk mendorong laju perekonomian Korea.
CG didirikan untuk melayani kebutuhan perusahaan-perusahaan konstruksi Korea dalam hal penerbitan bank garansi, pembiayaan dan asuransi. (Antara)
Berita Terkait
-
Dulu Incar Kursi DPRD, Eks Caleg Bekasi Kini Jadi Otak Pembunuhan Sadis WN Korea!
-
Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi
-
Hwang In Beom Menjadi Kunci Krusial Lini Tengah Korea Selatan di Piala Dunia 2026
-
Mitos Keuntungan Tuan Rumah Piala Dunia: Banyak yang Gagal, Cuma 6 yang Juara
-
Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Beban Berat Son Heung-Min hingga Krisis Striker Tajam
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara
-
Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?