Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini laju inflasi secara tahunan pada 2015 akan di bawah empat persen atau lebih baik dari target pemerintah di APBN-P yang dijaga maksimal sebesar lima persen.
Seusai menghadiri seminar ekonomi di Jakarta, Selasa (1/12/2015), Darmin menuturkan penurunan inflasi hingga November 2015, yang secara tahunan 4,89 persen (yoy), didorong kebijakan stabilisasi harga pangan dan harga barang yang diatur pemerintah di tengah ancaman musim kekeringan El Nino sepanjang 2015.
Namun Darmin juga tidak menampik bahwa terkendalinya inflasi turut disebabkan belum pulihnya daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi.
"Saya kira ini kombinasi dari beberapa pengaruh tersebut. Namun, dari dua faktor terbesar adalah gangguan pasokan pangan dan tarif barang yang diatur pemerintah. Kita bisa menjaga dua hal itu," ujarnya.
Laju inflasi November 2015, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sebesar 0,21 persen, dengan laju tahun kalender berjalan sebesar 2,37 persen dan tingkat inflasi tahunan 4,89 persen. Menurut BPS, komoditas penyumbang inflasi adalah beras dan daging ayam ras yang telah mengalami kenaikan harga.
Selain itu, inflasi komponen inti pada November tercatat 0,16 persen, dan inflasi inti dari tahun ke tahun (yoy) 4,77 persen.
Darmin mengatakan pemerintah akan terus mengantisipasi ancaman kenaikan inflasi pada Desember 2015, di mana seperti lazimnya akhir tahun, kenaikan harga barang dan jasa transportasi kerap terjadi.
"Inflasi kita selalu naik kalau ada dua hal, satu musim panen buruk sehingga menganggu produksi pangan dan barang yang diatur pemerintah (administired prices) terganggu. Kita akan jaga dua faktor itu, sehingga inflasi akhir tahun akan lebih baik," ujarnya.
Target inflasi yang dipasang pemerintah dalam APBNP 2015 sebesar 5,0 persen. Sementara Bank Indonesia menargetkan inflasi 2015 terkendali di rentang 3-5 persen.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, menurut perhitungan otoritas moneter, inflasi 2015 bahkan bisa lebih rendah dari target, atau di bawah tiga persen. Dia melihat penanganan harga bahan makanan bergejolak (volatile food) dan tarif harga barang yang diatur pemerintah telah berjalan baik dan bisa "Bahkan lebih rendah dari target yang dicanangkan di 4 persen plus minus 1 persen. Jadi mungkin akhir tahun bisa dibawah tiga persen," kata dia.
Agus juga memperhitungkan inflasi inti, yang sebelumnya berada di atas lima persen, kini sudah terkendali sebesar 4,77 persen. Penurunan inflasi inti ini dipicu sudah tidak berdampaknya efek kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejal November 2014 lalu. (Antara)
Berita Terkait
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
-
Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?
-
Kue Ketan Politik dan Jeritan Dompet Rakyat di Tengah Badai Inflasi 2026
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Jangan Langsung Panik! Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran Saat Harga Pertamax Meroket
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal