Suara.com - Desember 2014 lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan aturan yang melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggelar rapat di hotel. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi anggaran yang tidak mendesak dapat dialihkan ke sektor yang lebih produktif.
Namun, aturan tersebut ternyata telah membuat beberapa bisnis yang bergerak di sektor perhotelan mengalami penurunan pendapatan. Seperti yang dialami oleh AccorHotels perusahaan asal Prancis ini mengalami penurunan pendapatan sekitar 10 persen.
"Kalau untuk kondisi perekonomian yang sedang bergejolak saat ini nggak besar pengaruhnya. Tapi waktu itu ada aturan larangan meeting di hotel pengaruhnya cukup berdampak sama pendapatan kita. Ada penurunan sekitar 10 persen," kata Vice Presiden Development AccorHotels Indonesia, Malayasia dan Singapura Rio Condo saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Kamis (10/12/2015).
Ia mengatakan, penurunan tersebut terjadi selama enam bulan pertama 2015. Meski ada aturan tersebut, ia mengklaim pendapatannya tidak tergerus terlalu dalam lantaran bisnis perhotelan perusahaan asal Prancis tersebut tidak hanya mengandalkan di sektor Mice saja.
"Memang nggak cukup besar, karena memang bisnis kita nggak hanya mengandalkan Mice saja kan. Banyak sektor, makanya penurunan pendapatannya nggak sebesar yang mengandalkan Mice ini," tegasnya.
Ia pun yakin, bahwa hingga akhir tahun pendapatannya bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Namun pihaknya enggan untuk membeberkan berapa target pendapatan tahun ini dan realisasinya jelang akhir tahun ini.
"Yang pasti kami berharap lebih baik. Belum lah, masih dikalkulasikan," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini