Suara.com - AccorHotels, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang perhotelan asal Prancis ini berencana akan membangun 100 hotel dalam 5 tahun mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong target atau program pemerintah yang akan menjadikan industri pariwisata untuk dapat berkontribusi dalam perekonomian di Indonesia.
Hotel-hotel tersebut rencananya akan dibuka di beberapa daerah di Indonesia. AccorHotels ingin mencoba peruntungannya membangun Hotel di kawasan Indonesia timur.
"Kita memang akan terus melakukan pembangunan Hotel di Indonesia, khususnya di Jakarta. Cuma kita juga ingin mencoba ke wilayah Indonesia timur, karena mereka memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Tapi memang butuh waktu, karena infastrukturnya masih minim kesiriusan kita ditandai kemarin dengan pembangunan Hotel di Makassar, ini jadi jembatan kita untuk pembangunan di wilayah Indonesia Timur sebenarnya,” kata Vice President Development AccorHotels untuk Indonesia, Malaysia dan Singapura Rio Condo saat menggelar konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarat Barat, Kamis (10/12/2015).
Untuk investasi, kata Rio akan berbeda-beda. Menurutnya, investasi bergantung pada kelas hotel yang akan dibangun. Ia mengatakan, kisaran investasi yang akan digelontorkan oleh AccorHotels dalam beberapa tahun ke depan sekitar Rp400 juta hingga Rp2 miliar perkamar.
"Setiap kamar itu investasinya beda-beda. Kalau yang paling murah itu sekitar Rp400 juta perkamar. Pokoknya kisarannya sampai Rp2 miliar perkamar," tegasnya.
Untuk pembangunan tahun depan, kata Rio masih akan berkonsentrasi di Jakarta, Serpong, Bali dan Jawa Tengah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Rio mengaku AccorHotels perlahan-lahan akan mulai merambah pembangunan ke wilayah Indonesia Timur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit
-
Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas
-
Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458
-
Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
-
Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste
-
Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura
-
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur
-
Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China