Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (14/12/2015) pagi, bergerak melemah sebesar 70 poin menjadi Rp14.062 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.992 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin mengatakan bahwa nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS bersama dengan kurs lain di kawasan Asia seiring dengan semakin dekatnya rencana bank sentral AS (The Fed) menaikan suku bunga acuannya (Fed fund rate).
"Walaupun kenaikan 'Fed fund rate' sudah diperkirakan, ketidakpastian masih menyelimuti pasar keuangan global mengenai seberapa cepat kenaikannya, jika agresif bisa memberikan efek 'negative shock' yang lebih hebat," ucapnya.
Selain fokus ke pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 15-16 Desember nanti, lanjut dia, pelaku pasar uang di dalam negeri juga menanti rilis data neraca perdagangan Indonesia periode November 2015 serta kebijakan Bank Indonesia terhadap tingkat suku bunga acuan (BI rate).
Ia mengatakan bahwa neraca perdagangan diperkirakan menipis surplusnya menyusul harga komoditas dunia yang masih tertekan dan aktivitas impor yang meningkat menjelang akhir tahun. BI rate juga diperkirakan sulit turun jika suku bunga AS naik walaupun Bank Indonesia sudah memberikan sinyal pelonggaran moneter.
"Di tengah situasi itu, secara umum ruang penguatan dolar AS masih terbuka," tuturnya.
Analis pasar uang dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengharapkan bahwa ada kepastian kebijakan dari bank sentral Amerika Serikat mengenai rencana kenaikan suku bunga acuannya. Bank sentral Amerika Serikat diprediksi akan menaikan suku bunga di pertemuan FOMC pada 15-16 Desember nanti.
"Saat ini investor cenderung menahan diri untuk masuk ke aset mata uang berisiko menjelang pertemuan FOMC," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional
-
Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar
-
Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul
-
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?