Suara.com - Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan pembangunan jalur layang kereta api Stasiun Medan menuju Bandara Kualanamu akan dimulai awal Januari 2016.
"Elevated atau jalur kereta api layang yang akan dimulai awal Januari 2016 diharapkan selesai tahun itu juga," kata Manager Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre 1 Sumut Rapino Situmorang di Medan, Senin (28/12/2015).
Jalur layang itu bukan hanya semakin memberi kenyamanan kepada penumpang, tetapi juga akan mengurangi kemacetan lalu lintas di lintasan kereta api, serta berdampak positif pada masyarakat banyak.
Iia mengakui, dengan adanya proyek tersebut, maka dipastikan juga sementara waktu akan mengganggu lalu lintas.
"Manajemen KAI memohon dukungan dan kerja sama masyarakat dan pihak terkait lainnya karena proyek akan kemungkinan besar berdampak pada gangguan lalu lintas," katanya.
Rapino berharap, pengguna jalan di perlintasan kereta api supaya berhati-hati terkait pembangunan tersebut.
Iia mengingatkan bahwa palang pintu perlintasan berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api, bukan mengamankan kendaraan.
Rapino tidak menyebutkan dana pembangunan jalur layang itu dengan alasan tidak mengingat secara pasti.
Namun sebelumnya saat di Medan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebutkan, jalur ganda dan layang untuk ruas Bandar Khalifa - Medan sepanjang 9 km serta ruas Aras Kabu-Bandara Kualanamu sepanjang 4,8 km akan memerlukan dana sekitar Rp3 triliun.
Ia menjelaskan, keseluruhan perlintasan sebidang untuk jalur Medan-Bandara Kualanamu diperkirakan diperlukan 12 lintasan di luar kota dan 11 lintasan di dalam kota.
Dari jumlah tersebut, sebanyak sembilan lintasan sebidang akan dibuat dengan jalur rel layang.
Menurut menteri, jalur ganda dan layang bukan hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga kemungkinan menghindari kecelakaan di perlintasan sebidang yang cukup banyak.
Jalur ganda layang, kata dia, hanya akan dibangun di dalam kota, sementara untuk jalur rel di luar kota hanya dibuat jalur ganda.
Total jalur rel ganda atau "double track" Medan-Kualanamu sepanjang 15 kilometer yang elevated-nya sepanjang 8-9 Km. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali
-
Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
-
Pemerintah Umumkan Jadwal WFA Periode Ramadan-Lebaran, Berlaku buat ASN dan Swasta
-
Wamenkeu Juda Agung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di Kuartal I 2026
-
Pemerintah Siapkan Rp 11,92 Triliun untuk Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
-
8 Tips Kelola Reksadana saat Pasar Turun agar Investasi Tetap Cuan