Suara.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprediksi kebutuhan gas domestik akan melampaui kebutuhan ekspor dengan porsi 61 persen.
"Ke depan kami prediksi kebutuhan domestik untuk gas akan lebih besar dengan porsi 61 persen bagi penyaluran ke domestik," kata Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi di Jakarta, Selasa (5/1/2015).
Pasalnya SKK Migas mencatat pasokan gas domestik meningkat dengan rata-rata sembilan persen per tahun selama periode 2003-2015.
Berdasarkan data SKK Migas, Amien menjelaskan penyaluran gas domestik meningkat selama dua tahun terakhir yakni pada 2014 penyalurannya sekitar 3.785 British thermal unit per hari (BBTUD) atau 50 persen.
Kemudian pada 2015 penyalurannya sekitar 3.848 BBTUD atau 53 persen, dan 2016 diprediksi penyalurannya mencapai 4.144 BBTUD atau sekitar 61 persen dan sisanya disalurkan untuk ekspor.
Sebelumnya, pemanfaatan gas bumi untuk 2015 telah dialokasikan untuk LNG Domestik sebanyak 4,41 persen, LNG ekspor sebanyak 32,1 persen, ekspor gas pipa sebanyak 12,89 persen, BBG transportasi sebanyak 0,03 persen, lifting minyak 3,99 persen, industri 18,65 persen, pupuk 70,89 persen, kelistrikan 13,86 persen dan elpiji domestik 3,12 persen.
"Namun, untuk kelistrikan realisasi lebih rendah yakni 939,11 BBTUD dari yang kontrak 1273,3 BBTUD. Untuk pupuk juga lebih rendah yakni 737,46 BBTUD dari kontrak yang berjalan 796,96 BBTUD. Untuk ekspor gas pipa lebih rendah karena gas pipa kita gas Singapura dan di sana ada LNG," ujar dia.
Tidak terealisasinya penyaluran gas untuk listrik dan industri, menurutnya, lantaran pemangku kepentingan dalam bidang tersebut tidak terlalu terampil mengolahnya ditengah pasokan gas di yang sangat banyak.
"Kami sendiri tidak terlalu tahu detail kenapa gas untuk listrik pupuk dan industri tidak terampil seluruhnya. Padahal banyak pihak bilang kalau pasokan gas harus lebih banyak. Saat sudah diberikan pasokan domestik tidak diambil juga," tuturnya.
(Antara)
Berita Terkait
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
Pipa Gas Milik TGI Alami Kebocoran, Berpotensi Berdampak pada Target Lifting 2026
-
Jangan Bingung, Ini 6 Alasan Mekanik Menggeber Gas Motor setelah Servis
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol Rp 2.652.000/Gram
-
IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900
-
Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026
-
IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan
-
Terhubung Judol, 5.284 Akun QRIS Ditutup!
-
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
-
Target Lifting Minyak Pertamina di 2025 Terlampaui, Pakar Bilang Begini
-
Harga Saham RMKE Ditarget 10.000, Ini Profil Pemiliknya
-
IBOS EXPO 2026 Siap Digelar Awal Tahun, Buka Peluang Bisnis dan Dorong Pertumbuhan Wirausaha
-
Lowongan Magang Bank BTN Terbaru Januari 2026, Terbuka untuk Semua