Suara.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin menilai ada yang janggal dalam perjanjian kerjasama Indonesia dengan Jepang yang tergabung dalam Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Pasalnya, dalam praktiknya Indonesia dirugikan terus dengan adanya perjanjian tersebut.
Hal ini terlihat dari, pertumbuhan ekspor Indonesia ke Jepang pada 2007-2012 berkisar rata-rata 5 persen-7 peren per tahunnya. Di saat yang sama, impor Indonesia dari Jepang justru terus menanjak naik dengan pertumbuhan rata-rata 17 persen-25 persen. Menurutnya, porsi ini tidak pasa karena barang Indonesia yang masuk ke Jepang sangat sedikit, sedangkan produk jepang yang masuk ke Indonesia terus meningkat.
"Tentu perlu duduk bersama lagi agar kerjasama ini saling menguntungkan jangan ini kan yang hanya mendapat keuntungan dari pihak Jepang saja, IJEPA ini pada 2013 harusnya di-review secara keseluruhan tapi kan sampai sekarang belum terjadi, ini yang terus kita," kata Saleh saat ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2016).
Oleh sebab itu, agar perjanjian kerjasama tersebut dapat saling menguntungkan satu sama lain, pihaknya berencana akan mengkaji kembali perjanjian kerjasama tersebut. Ia mengatakan, Indonesia menginginkan agar produk-produk Indonesia dapat masuk ke pasar Jepang.
“Misalnya produk makanan dan minuman Indonesia itu sekarang tidak bisa leluasa masuk ke pasar Jepang. Nah Ini yang perlu dibicarakan lagi, bagaimana agar makanan dan minuman Indonesia bisa masuk,” tegasnya.
Selain ity, ada beberapa produk yang menjadi perhatian dari pemerintah Indonesia. Misalnya, lanjut Saleh, otomotif, di mana pihak Jepang meminta komponen kendaraan mendapat kebebasan bea masuk. Menurut Saleh, usulan tersebut sangat tidak tepat dan dinilai telah merugikan beberapa perusahaan yang sudah berinvestasi di Indonesia.
"Tadi kan IJEPA ada 11 post tarif, tentu itu yang dibahas salah satu. Mereka ingin ada satu merek tertentu yang bisa masuk, secara CBU kita juga harus perhatikan bagaimana teman-teman yang telah berinvestasi di sini tentu harus kita pikirkan juga. Kurang lebih ini yang sedang kami kaji lagi,” ungkap Saleh.
Perjanjian IJEPA memang juga mendapat keluhan dari pengusaha dalam negeri. Pasalnya, sejak berlaku 1 Juli 2008, kerjasama Indonesia-Jepang ini lebih menguntungkan Jepang. Sebab melalui kerjasama ini, sekitar 90% dari pos tarif (99% dari nilai ekspor Indonesia ke Jepang) masuk ke dalam IJEPA. Sebaliknya, sekitar 93% dari pos tarif (92% dari nilai ekspor Jepang ke Indonesia) juga masuk dalam IJEPA.
Cuma, dalam perjalanan, Indonesia justru kedodoran dengan membanjirnya produk impor dari Jepang, terutama produk otomotif. Kondisi ini membuat neraca perdagangan Indonesia justru akhirnya defisit terhadap Jepang, dari sebelumnya surplus. Oleh sebab itu, pemerintah tengah mengkaji ulang implementasi IJEPA dengan Jepang itu.
Berita Terkait
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Serapan KIPK 2025 Jeblok, Menperin Janji Bereskan Kendala Biar Padat Karya Jalan di 2026
-
Utilisasi Baru 43%, Kemenperin Pacu Industrialisasi Pati Ubi Kayu Nasional
-
Kemenperin Siapkan Aturan Baru PPBB, IKM Dijanjikan Akses Bahan Baku Impor Lebih Mudah
-
Menperin Pede Industri Manufaktur Bisa Tumbuh di Atas 5% Meski Ekonomi Global Gonjang-Ganjing
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Rosan Ingatkan Jajarannya: Kehadiran Danantara Harus Dirasakan Masyarakat!
-
Ini Alasan Komisi XI Pilih Friderica Widyasari Dewi Menjabat Ketua OJK yang Baru
-
Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil
-
Purbaya Ungkap Ekonomi Masyarakat Makin Kuat Jelang Lebaran 2026, Ini Buktinya
-
Terima Laporan Satu Tahun Danantara, Prabowo: Semoga Bukan Laporan Palsu!
-
Purbaya Klaim Inflasi Tetap Terkendali Jelang Lebaran, Bantah Ekonomi RI Kepanasan
-
Purbaya Buka-bukaan Ungkap Efek Perang AS vs Iran ke Ekonomi RI
-
Tebar Kebaikan Sesama, Ribuan Mitra Gojek Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia
-
BRI Siapkan 175 Bus Gratis bagi Pemudik Lebaran 2026, Pastikan Mudik Lancar dan Aman
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel