Suara.com - Persatuan Pelayaran Niaga Nasional (Insa) dalam kepengurusan yang baru periode 2015-2019 berjanji akan mendorong penurunan biaya logistik.
Sekretaris Jenderal Insa Budi Halim saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/1/2016), mengatakan upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan pemerintah untuk memperbanyak angkutan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas pelayaran.
"Bukan hanya penambahan armada, tetapi juga perpanjangan dermaga, biaya pelabuhan tinggi karena keterbatasan armada," ucapnya.
Selain itu, dia mengatakan akan mendorong dibebaskannya pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian BBM kapal niaga untuk kegiatan domestik.
Menurut dia, pajak tersebut memakan porsi hingga 50 persen biaya dari biaya operasional.
"Mungkin kalau dihilangkan biaya logistik akan berkurang enam hingga tujuh persen," imbuhnya.
Selanjutnya, Budi mengatakan pihaknya juga akan mendorong perlakuan yang sama atau "equal treatment" terhadap kapal asing terkait muatan ekspor-impor.
Terkait pengoperasian trayek perintis, dia mengatakan akan mengoperasikan 50 trayek sesuai dengan keputusan pemerintah.
Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Perhubungan telah menugaskan Pelni untuk mengoperasikan 46 trayek perintis, sementara 50 lainnya diserahkan kepada swasta.
"Kami mendapatkan subsidi Rp1,2 hingga Rp2 juta per harinya," ungkap Budi.
Penugasan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Milik Negara.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, tingginya biaya logistik di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo kecewa. Ini membuatnya mengebut pengerjaan infrastruktur bidang transportasi. Sebab jika tidak, biaya distribusi logistik Indonesia terlalu mahal. Akibatnya daya saing Indonesia dalam persaingan bebas di era ekonomi keterbukaan saat ini menjadi lemah.
Dijelaskan Jokowi, biaya logistik Indonesia lebih mahal 2,5 hingga 3 kali lipat ketimbang negara lain. Sehingga diperlukan adanya pembangunan dan revitalisasi infrastruktur transportasi. (Antara)
Berita Terkait
-
Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal
-
Purbaya Ancam Potong Anggaran Kemenhub, Geram Banyak Kapal Asing Tak Bayar Pajak
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Banyak Kapal Asing Masuk RI Tak Bayar Pajak
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
RI Kembali Jadi Anggota Dewan IMO, Pengusaha Kapal Ungkap Keuntungannya
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter