Suara.com - Aset industri asuransi dari premi sepanjang 2015 diklaim tumbuh 10 persen (year on year), namun pertumbuhan aset itu lebih rendah dibanding pertumbuhan aset 2014 sebesar 17,5 persen.
"Aset untuk Industri Keuangan Non-Bank tumbuh bervariasi, untuk asuransi tumbuh 10 persen," kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/2/2016).
Berdasarkan perhitungan dari data resmi di situs OJK, total aset untuk industri asuransi jiwa konvesional (tanpa lini syariah) sebesar Rp329,68 triliun. Kemudian, untuk total aset industri asuransi umum dan reasuransi konvensional sebesar Rp132,5 triliun.
Adapun untuk aset dari industri asuransi wajib sebesar Rp107 triliun, dan aset industri asuransi sosial sebesar Rp233 triliun.
Sehingga total aset industri asuransi konvensional hingga 31 Desember 2015 sebesar Rp802,24 triliun.
Firdaus mengakui pertumbuhan aset asuransi di bawah ekspetasi pelaku industri dan pasar yang mengharapkan pertumbuhan di 15-20 persen.
Menurut dia, melesetnya capaian pertumbuhan dari ekspetasi ini karena perlambatan ekonomi sepanjang 2015 yang memicu pelemahan daya beli masyarakat.
"Ini disebabkan pengaruh eksternal dan internal. Pada perusahaan industri tertentu diakui bahwa daya beli masyarakat mengalami penurunan," ujar dia.
Adapun jumlah pendapatan premi asuransi konvensional sebesar Rp 181,47 triliun dan pendapatan dari lini syariah sebesar Rp 10,49 triliun.
Asuransi jiwa yang pada 2014 menopang 45,6 persen total premi industri asuransi menunjukkan penurunan pendapatan.
Menilik data di laman resmi OJK, pendapatan premi asuransi jiwa konvensional turun 9,2 persen pada 2015 menjadi senilai Rp102,42 triliun, dari Rp112,8 triliun pada 2014. Padahal, pada 2014, pendapatan premi juga turun 0,3 persen dibanding 2013. (Antara)
Berita Terkait
-
Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan
-
OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja
-
Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Harga Minyak Turun ke USD 90-an Usai AS-Iran Beri Sinyal Gencatan Senjata Jangka Panjang
-
Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional
-
IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis
-
Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi
-
MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor
-
Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan
-
Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!
-
Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa
-
Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI
-
Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan