Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/2/2016), dibuka melemah sebesar 25,69 poin atau 0,56 persen menjadi 4.598,94. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 6,33 poin (0,78 persen) menjadi 797,17.
"Data ekonomi Cina dan Amerika Serikat yang masih mensinyalkan kondisi perlambatan menjadi indikasi buruk bagi pasar saham, apalagi harga minyak berpeluang kembali turun," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta.
Ia mengemukakan bahwa produk domestik bruto (PDB) AS kuartal IV berekspansi pada kecepatan 0,7 persen (year on year), lebih rendah dari capaian periode tiga bulan sebelumnya sebesar 2,0 persen.
"Data PDB AS itu mengindikasikan perlambatan laju ekonomi sebagian besar disebabkan oleh melemahnya belanja konsumen, penurunan ekspor dan meningkatnya persediaan bisnis," katanya.
Ia menambahkan bahwa sementara indeks pembelian manajer (PMI) AS untuk Januari tercatat 48,2 persen, meningkat 0,2 persentase poin, juga cenderung masih belum stabil.
Sedangkan dari Cina, lanjut Nico, PMI manufaktur Cina turun menjadi 49,4 di bulan Januari 2016. Sementara PMI sektor jasa turun menjadi 53,5, lebih rendah dibandingkan Desember 2015.
Dari dalam negeri, Nico Omer mengemukakan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor manufaktur Indonesia menunjukan pemulihan sepanjang Januari lalu. Indeks PMI Manufaktur Indonesia menjadi 48,9 dari 47,8 pada Desember 2015.
"Meski menunjukkan kenaikan, poin PMI manufaktur Indonesia itu masih di level kontraksi," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 53,02 poin (0,27 persen) ke level 19.542,48, indeks Nikkei turun 34,20 poin (0,19 persen) ke level 17.831,03, dan Straits Times melemah 12,81 poin (0,45 persen) ke posisi 2.590,92. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah
-
MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus