Suara.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengingatkan setiap kenaikan harga beras 10 persen saja dapat menambah jumlah penduduk miskin hingga 330.031 orang.
Hal itu diungkapkan Deputi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Rahma Iryanti di Jakarta, Rabu (3/2/2016), mengutip kajian yang dilakukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Oleh karena itu, dalam jangka pendek Kementerian Perdagangan perlu menjaga agar harga beras di penjual akhir tetap stabil. Sembari menjaga stabilisasi, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian perlu membenahi alur distribusi beras, agar lebih menguntungkan petani sebagai produsen di tingkat pertama.
"Ada rantai dan sistem ijon yang membebani petani. Jadi ketika harga beras naik, petani tidak untung, malah mereka mengeluarkan lebih banyak," ujarnya.
TNP2K juga menyimpulkan jika harga beras naik 20 persen, maka jumlah penduduk miskin akan bertambah 660.062 orang.
Kajian tersebut, kata Rahma, salah satunya menitikberatkan pada alur distribusi beras dari produsen ke konsumen yang sangat panjang.
Alur distribusi beras dari produsen ke konsumen akhir di Indonesia melibatkan dua hingga sembilan fungsi kelembagaan usaha perdagangan, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
"Panjangnya alur tersebut telah mengerek harga di tingkat penjual akhir," kata Rahma.
Dengan begitu, meskipun harga beras mengalami kenaikan, pendapatan petani tetap stagnan. Padahal, mayoritas kelompok masyarakat miskin di Indonesia adalah petani dan nelayan.
Rahma mengatakan petani juga semakin menderita dengan kenaikan harga beras, karena mereka tetap membeli dengan harga di tingkat penjual akhir.
"Adapun 70 persen konsumsi kelompok masyarakat miskin dihabiskan untuk beras," ucap Rahma.
Tingkat kesejahteraan petani juga, kata Rahma, dapat diukur dari Nilai Tukar Petani (NTP). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, NTP nasional Januari 2016 sebesar 102,55 atau turun 0,27 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,35 persen lebih kecil dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,63 persen.
Hingga akhir September 2015, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebanyak 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari total masyarakat Indonesia. (Antara)
Berita Terkait
-
Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Diskakmat Guru Besar Soal Kinerja 8 Tahun, Jawaban Mentan Amran Malah Bawa-Bawa Analogi Suami Istri
-
Peringatan dari Bappenas: SDM RI Kalah Jauh dari Tetangga, Kelas Menengah Banyak Turun Kasta
-
Mentan Mau Ekspor Beras ke Singapura, Meski Harga di Indonesia Terus Naik
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
-
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
-
Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara
-
Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z
-
Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?
-
Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop
-
Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green
-
Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari
-
Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian
-
Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja