Suara.com - Harga minyak dunia turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB 20/2/2016), karena pasar mengambil pandangan yang lebih skeptis atas pembicaraan para produsen untuk membatasi produksi yang telah mengangkat harga awal pekan ini.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 1,13 dolar AS menjadi berakhir pada 29,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, turun 1,27 dolar AS menjadi ditutup pada 33,01 dolar AS per barel di perdagangan London.
Harga minyak membukukan reli yang kuat pada Rabu (17/2/2016) dan Kamis pagi (18/2/2016) menyusul pembicaraan oleh produsen-produsen utama tentang kesepakatan potensial untuk membatasi produksi dalam menanggapi kejatuhan harga.
Arab Saudi dan Rusia sepakat untuk membekukan produksi jika produsen-produsen lain mengikutinya. Iran menyatakan dukungan luas untuk inisiatif tersebut, tapi menolak persetujuan untuk membatasi produksi.
Para analis mengatakan pasar telah bergeser dari pandangan antusiasme di awal menjadi lebih bersikap "show-me".
"Kami benar-benar harus menunggu dan melihat apakah OPEC benar-benar akan membekukan produksi atau apakah itu hanya pembicaraan selama seminggu lalu," kata Andy Lipow dari perusahaan konsultan Lipow Oil Associates.
Tim Evans, analis di Citi Futures, mengatakan pasar telah mengadopsi lebih banyak "pandangan jernih" negosiasi-negosiasi.
"Dalam hal produksi, itu benar-benar berarti status quo yang meninggalkan surplus besar di tempat," kata Evans.
"Ini mungkin menandai beberapa peningkatan minat dialog para produsen yang dapat menyebabkan hasil kemudian, tetapi pada tahap ini kita harus mencatat itu adalah spekulasi, bukan dukungan yang handal." Analis mengatakan sentimen juga diperlemah oleh data persediaan minyak AS yang dirilis Kamis, yang menunjukkan peningkatan 2,1 juta barel pada persediaan komersial AS, bersama dengan peningkatan cukup besar dalam bensin dan produk lainnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71
-
Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas
-
Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi
-
99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!