Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah mendukung kebijakan mengenai pengenaan pajak transaksi nontunai khususnya untuk pengeluaran melalui kartu kredit.
"Kami menganggap ini masih wajar, dalam hal ini kami berusaha menjadi wajib pajak yang baik," kata Ketua Apindo Jawa Tengah Frans Kongi di Semarang, Jumat (6/5/2016).
Menurut dia, pengenaan pajak melalui kartu kredit ini tidak menjadikan pengusaha takut dan khawatir untuk melakukan transaksi dengan kartu kredit.
"Memang kalau dari sisi pengusaha notabene lebih banyak menggunakan kartu kredit. Bagi kami kartu kredit ini sudah merupakan satu kebutuhan dan ini berkembang pesat," katanya.
Menurut dia, transaksi yang biasa dilakukan oleh para pengusaha tidak dalam nominal kecil sehingga tidak bisa dengan membawa uang dalam jumlah besar.
"Pada dasarnya kartu kredit ini membawa peranan penting bagi dunia usaha, pengusaha sering belanja pakai kartu kredit untuk kepentingan perusahaan. Dalam hal ini tidak hanya pengusaha skala besar tetapi juga kecil dan menengah," katanya.
Ia mengatakan mendukung kebijakan tersebut mengingat hal itu merupakan salah satu cara Pemerintah untuk meningkatkan anggaran belanja negara.
"Selama dilakukan dengan asas keadilan maka kami akan terus mendukung kebijakan ini. Keadilan dalam hal ini artinya masyarakat yang sudah menjadi wajib pajak harus benar-benar membayar pajak," katanya.
Diakuinya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang berusaha menghindari pajak. Kondisi tersebut harus disikapi secara tegas oleh pemerintah. (Antara)
Berita Terkait
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
-
Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre, Cukup Lewat BRImo Saja!
-
Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang
-
Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat
-
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?
-
Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas
-
Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
-
Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!