Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (Inaca) menilai penerbangan Jalur Selatan Jawa harus diatur dengan baik agar tidak berbenturan dengan kegiatan kemiliteran.
Sekretaris Jenderal Inaca Tengku Burhanuddin, Kamis (21/7/2016), menilai pengaturan tersebut harus dilakukan karena umumnya jadwal latihan atau penerbangan yang dilakukan TNI AU bisa sewaktu-waktu berubah.
"Risiko adanya jalur Selatan Jawa ini, kita juga harus menyesuaikan karena kalau mereka sedang latihan, penerbangan sipil mau tidak mau harus 'suspend' (ditunda) atau 'delay' (terlambat), contohnya di Halim Perdanakusuma," katanya.
Namun, menurut dia, dengan dibukanya jalur penerbangan Selatan Jawa tersebut akan menambah frekuensi penerbangan yang saat ini meningkat setiap tahunnya sekitar 12 persen.
Selain itu, lanjut dia, jalur penerbangan Selatan Jawa cenderung lebih pendek jaraknya dibandingkan dengan jalur Utara, sehingga bisa menghemat biaya operasional dari segi pengeluaran avtur.
"Jadi 'multiplier effect'-nya sangat banyak sekali sampai 12 kali lipat, tentunya ini harus diatur dengan baik demi kepentingan bersama," katanya.
Ditemui terpisah, Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan rencana pengoperasian Jalur Selatan Jawa sedang dalam pembahasan dengan TNI AU dan saat ini tinggal menentukan pembagian jam operasional, baik untuk penerbangan sipil maupun kegiatan militer.
"Kita maunya jam-jam padat yang komersil juga buat maskapai, kalau dikasihnya jam sembilan sampai 12 malam, siapa yang mau terbang," katanya.
Selain itu, Novie mengatakan TNI AU juga meminta jalur tersebut agar tidak melintasi wilayah khusus, seperti di Madiun.
"Mereka tidak mau jalur tersebut terlalu dekat dengan wilayah 'restricted' mereka, setidaknya jaraknya 70 nautical mile," katanya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Layanan dan Teknologi Informasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) New In Hartaty Manulang mengatakan rute-rute di Jalur Selatan Jawa tengah dalam proses finalisasi.
"Kita akan memanfaatkan teknologi kita, tidak 'point to point' tapi penggunaan satelit, jadi jalur ini lebih pendek dan efektif," katanya.
Presiden Joko Widodo telah menyetujui pemanfaatan jalur penerbangan Selatan Jawa untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah Utara Jawa.
Penggunaan Jalur Selatan itu rencananya akan dilakukan dan dievaluasi pada 17 Agustus-17 September 2016. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya