- Rupiah menguat 0,06% pada Rabu (14/1/2026), dibuka di Rp16.867 per dolar AS setelah melemah delapan hari berturut-turut.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen pelemahan dolar AS akibat data inflasi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan.
- Analis memprediksi penguatan rupiah tidak akan bertahan lama karena sentimen domestik negatif dan potensi intervensi Bank Indonesia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah bangkit perlahan pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (14/1/2026) dibuka pada level Rp16.867 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan ini membuat mata uang garuda bangkit setelah sakit selama 8 hari berturut-turut.
Alhasil, rupiah menguat 0,06 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp16.874 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.853 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi.
Di mana, peso Filipina dan won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah sama-sama anjlok 0,14 persen.
Selanjutnya, ada dolar Taiwan dan yen Jepang yang sama-sama terkoreksi 0,12 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang tertekan 0,07 persen.
Berikutnya, baht Thailand yang tertekan 0,06 persen dan dolar Singapura yang tergelincir 0,03 persen. Lalu ada yuan China yang melemah 0,02 persen di pagi ini.
Sementara itu, dolar Hongkong berada satu level di bawah rupiah setelah menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan sentimen luar negeri. Pasalnya, data inflasi yang dirilis oleh pemerintah Amerika membuat dolar melemah.
Baca Juga: Rupiah Masih Keok Lawan Dolar AS, Ditutup di Level Rp 16.876
"Walau sempat turun oleh data inflasi yg sedikit lebih lemah dari perkiraan, indeks dolar AS rebound kuat oleh pernyataan hawkish pejabat the Fed Musalem," katanya saat dihubungi Suara.fom.
Namun, rupiah bisa tertekan dengan sentimen domestik. Sehingga, pemerintah dan Bank Indonesia diminta segera menstabilkan mata uang garuda.
"Penguatan tidak akan lama secara sentimen domestik masih negatif dari kekuatiran defisit fiskal dan prospek pemangkasan suku bunga oleh BI, penguatan ini diperkirakan adalah dari intervensi BI. Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat," tandasnya.
Berita Terkait
-
Nilai Tukar Rupiah Anjlok di Hari Pertama 2026
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Apa Kabar Rupiah di 2026? Ini Prediksi dan Risiko yang Mengintai
-
Rupiah Berotot di Penghujung 2025, Menuju Level Rp 16.680
-
Dapat Obat Kuat BI, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp16.739
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
-
Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026
-
CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills
-
Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia
-
Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini