Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) mengadakan Seminar Nasional Tax Amnesty guna mensosialisasikan program ini kepada seluruh anggota di seluruh Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi langkah HIPMI menggelar sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty. Bahkan dia mengucapkan terima kasih atas pengakuan kesalahan pengusaha yang selama ini tidak taat membayar pajak dan ingin menebus dosa tersebut melalui tax amnesty.
"Terima kasih atas pengakuan dosa pengusaha yang belum sepenuhnya comply (patuh)," ujar Sri Mulyani saat memberi sambutan di acara Seminar Nasional Tax Amnesty HIPMI di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/8/2016).
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasa hormatnya kepada organisasi sebesar HIPMI yang dinilainya peduli program tax amnesty.
“Ini momentum yang baik, menjadi sejarah yang baik karena HIPMI mendukung program ini,” kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Lebih lanjut, Sri Mulyani juga menilai wajar jika penerimaan negara mengerut lantaran salah satunya tercermin dari pelemahan komoditas.
“Saatnya kita menatap kedepan, tentu tujuannya adalah tax amnesty masuk tanpa mengerutkan ekonomi, sehingga diharapkan menjadi gerbang tax reform dan membuat semua pemain lega menjadi the real tax player,” ungkapnya.
Ketua HIPMI Tax Center, Ajib Hamdani menyatakan Ia akan memaksimalkan anggotanya untuk solid bersosialisasi keliling Indonesia dalam mensukseskan program Tax Amnesty.
“Sejak 1984 kita sepakat perpajakan cenderung berkutat pada self assessment. Kita lapor sendiri dan rentan banyak timbul kesalahan masa lalu. Kami pikir tax amnesty inilah jalan tengah yang dirasa tepat agar menjadi gerbang tax reform, sehingga kedepan bakal bagus. Apalagi langsung dibawah gerbong Ibu Menkeu,” ungkap Ajib.
Senada dengan Ajib, Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia menyampaikan sejak awal HIPMI memang mendukung tax amnesty dengan asumsi berkeadilan. Padahal saat gaung tax amnesty masih kecil, banyak asosiasi yang jarang menyuarakan dukungannya pada tax amnesty.
Sekitar 70 persen pemasukan Negara dari pajak. Presentase itu kebanyakan tentu diambil dari pebisnis. Sayangnya, jumlah pebisnis nasional masih kurang, tepatnya sekitar 5,8 juta pengusaha atau seatara tak sampai 2 persen. Maka dari itu, jumlah pengusaha baru harus digenjot, tambahnya.
“Pajak ini salah satu sumber terbesarnya dari kalangan pengusaha. Kami sarankan, sebaiknya ada satu kementerian khusus yang difokuskan untuk mendorong jumlah pengusaha atau UMKM,” ujar Bahlil.
Berita Terkait
-
DPR Nilai Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran Sudah Realistis
-
Ketua DPR Dukung Menkeu, Pangkas APBNP 133 T Untungkan Negara
-
Sri Mulyani Dipanggil ke Istana, Apa yang Dibahas Bersama Jokowi?
-
Lippo Group Optimis Tax Amnesty Bisa Naikkan Penjualan 30 Persen
-
Sri Mulyani Potong APBNP 2016, DPR Yakini Tak Ganggu APBN 2017
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan