Ketua Umum Forum Ekonomi Konstitusi Defiyan Cori mengkritik penggunaan istilah pajak dalam sistem ekonomi Indonesia modern saat ini. Menurutnya, istilah pajak lebih mengacu terminologi negara kolonialisme, bukan negara merdeka.
"Taxation is colonialism Term not Independence Nation-State Term. Dalam konteks negara-bangsa yang merebut kemerdekaan terminologi ini seharusnya sudah tidak digunakan lagi," kata Defiyan dalam keterangan tertulis, Jumat (26/8/2016).
Defiyan menjelaskan bahwa sewaktu dirinya diundang Focus Group Discussion (FGD soal kinerja pajak di Ditjen Pajak, dirinya telah menyampaikan bahwa Tax itu tidak sesuai dengan perintah konstitusi UUD 1945. "Kita harus ganti dengan istilah iuran pembangunan yang lebih pas dan sesuai pasal 33 UUD 1945. Sistem dan mekanisme teknisnya sangat bisa dibuat," ujar Defiyan.
Menurutnya, istilah iuran pembangunan sesuai dengan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam melakukan pembangunan di seluruh negeri. "Kok sekarang jadi pajak? Bayangkan mobilisasi dana yang bisa diraih dengan perubahan istilah ini. Pasti partisipasi terbentuk lebih cepat dan ada rasa malu jika tidak iuran kan?," tutup Defiyan.
Adapun realisasi penerimaan pajak sampai 30 Juni 2016 tercatat Rp458,2 triliun. Jumlah ini sebesar 33,7 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Capaian tersebut lebih rendah 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, pemerintah masih optimistis mencapai target pajak Rp1.355,2 triliun tahun ini tercapai. Pendorong utamanya adalah, implementasi kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Dari kebijakan pengampunan pajak, pemerintah mematok target tambahan penerimaan pajak Rp165 triliun. Ini didapat dari pembayaran tebusan oleh para peserta pengampunan pajak, baik deklarasi maupun repatriasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?