Suara.com - PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan pihaknya telah menuntaskan transaksi akuisisi 50 persen saham PT Amman Mineral Investama, yang memiliki 82,2 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).
Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro dalam rilis di Jakarta, Rabu mengatakan, akuisisi atas NTT tersebut langsung memberikan nilai tambah bagi perseroan.
"Dengan operasi NNT yang berskala dunia, Medco Energi sebagai perusahaan swasta nasional memasuki transformasi menjadi berskala dunia," ujarnya.
Setelah penuntasan transaksi, saham NNT kini dimiliki Amman Mineral Internasional 82,2 persen dan PT Pukuafu Indah 17,8 persen.
Seremoni penandatanganan transaksi akuisisi dilakukan di Jakarta, Rabu yang dihadiri Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Hadir pula Executive Vice President Nusa Tenggara Mining Corp, Toru Tokuhisa, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, Presiden Direktur NNT Rachmat Makkasau, dan Pimpinan AP Investment, Agus Projosasmito.
Transaksi akuisisi itu pertama kali diumumkan pada 30 Juni 2016 dan sudah mendapatkan persetujuan pemerintah. Pada 30 Juni 2016, Medco Energi mengumumkan nilai transaksi akuisisi 2,6 miliar dolar AS atau setara Rp34 triliun.
Medco Energi bersama AP Investment melakukan transaksi atas Newmont itu dengan dukungan tiga bank BUMN yakni Mandiri, BNI, dan BRI. AP Investment dipimpin Agus Projosasmito, mantan Presiden Direktur Danareksa Securities.
Pendiri Medco Energi Arifin Panigoro menambahkan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas selesainya transaksi.
"Hari ini adalah pembuktian lanjut dari dukungan kepada Medco Energi, untuk menjadi pelopor global dengan perspektif dan keyakinan kami," katanya.
Langkah berikutnya, lanjutnya, perusahaan akan turut andil menjadikan Indonesia yang kaya akan sumber daya dapat memiliki sumber daya dengan kualitas, efisiensi, dan ultilisasi yang baik sebagai daya saingnya.
"Akses ke sumber daya energi, mineral dan tenaga kerja berkualitas tinggi adalah hak asasi dari setiap warga Indonesia," ujarnya.
Newmont Nusa Tenggara mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau yang berskala dunia di Kepulauan Sumbawa, NTB. Pada 2015, produksi Batu Hijau mencapai 240 juta lbs tembaga dan 0,3 juta oz emas.
Sesuai kontrak karya, NTT juga memiliki cadangan tambang emas dan tembaga yang besar di Elang. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina