PT PP Properti Tbk memperkenalkan secara resmi tiga mal baru yang berlokasi di Bekasi Jawa Barat, dan dua mal terletak di Surabaya.
Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat di Jakarta, Selasa (29/11/2016) mengatakan tiga pusat perbelanjaan baru yang bernama Lagoon Avenue Mall tersebut akan beroperasi pada 2017 untuk lokasi di Bekasi dan Sungkono Surabaya, sedangkan 2018 pada lokasi Dharma Husada Surabaya.
"Bisnis mal merupakan bukti komitmen kami dalam mengembangkan kawasan," kata Taufik.
Dia memaparkan kawasan mal yang berlokasi di Bekasi seluas 29 hektare dengan 35 sampai 36 menara apartemen yang rencananya terdapat di sekelilingnya.
Saat mal Lagoon Avenue di Bekasi beroperasi tahun depan, kata Taufik, akan ada dua menara apartemen yang sudah dihuni. "Saat ini kami sudah ada satu 'tower' apartemen yang sudah 'sold out'. Dan dua 'tower' sudah 60 persen," kata Taufik.
Dia mengatakan keberadaan mal Lagoon Avenue yang berlokasi di Bekasi akan menjadi ikon baru Kota Bekasi.
Sementara mal yang berlokasi di kawasan Sungkono Surabaya seluas 3,5 hektare dan di kawasan Dharma Husada Surabaya seluas 4,2 hektare yang merupakan bagian dari super blok yang memiliki tujuh menara apartemen.
"Tahun depan dua mal akan beroperasi yaitu di Bekasi dan Surabaya. Tahun depannya lagi di Dharma Husada Surabya., Hotel kami tahun depan start konstruksi. Saat ini kami juga sedang matangkan analisis visibility mal di beberapa kota besar di indonesia salah satunya di Pontianak," kata Taufik.
Sementara Direktur Komersial PP Properti Tbk Sinur Linda Gustina optimis bisnis pusat perbelanjaan dari anak perusahaan BUMN konstruksi tersebut akan mendulang hasil yang baik mengingat gambaran perekonomian tahun 2017 yang dinilai membaik dibanding 2016.
"Ekonomi memang agak melambat tapi optimisme pemerintah untuk menggerakan roda ekonomi sangat membantu. 'Economy outlook 2017 juga jauh lebih baik, peran pemerintah dan investor turut meramaikan bisnis," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang