Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta kepada para investor baik dalam dan luar negeri tidak perlu khawatir atau takut untuk berinvestasi di Indonesia.
Pasalnya, saat ini pemerintah tengah berusaha untuk mempercepat semua implementasi paket kebijakan ekonomi yang diklaim dapat menggerakkan perekonomian nasional ini.
“Tujuan dari paket kebijakan ini adalah untuk memperbaiki daya saing, dan menciptakan lingkungan, di mana para investor bisa mendapatkan untung yang baik dari sisi ke ekonomian,” kata Darmin saat menghadiri acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Senayan,Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).
Menurutnya, implementasi paket kebijakan ekonomi selama ini telah membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari peringkat kemudahan berbisnis Indonesia berhasil menduduki posisi 91, atau naik 15 peringkat dari peringkat sebelumnya. Darmin mengatakan, hal ini menjadi indikasi bahwa reformasi yang dilakukan pemerintah telah mendapatkan apresiasi dari dunia.
“Indonesia juga sudah diakui World Bank (Bank Dunia), sebagai salah satu reformer dalam melakukan bisnis. Jadi, anda (investor) tidak lagi perlu khawatir untuk berinvestasi di Indonesia,” katanya.
Selain itu, lanjut Darmin, pemerintah saat ini tengah melakukan perbaikan kebijakan. Hal ini bertujuan untuk memberi kepastian kepada investor ketika menanamkan modalnya di Indonesia. Salah satunya adalah menciptakan kepastian hukum bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.
“Sehingga para investor ini pada mengetahui dengan pasti terkait modal yang ditanamkan di Indonesia nantinya. Jadi anda tidak perlu takut atau ragu untuk berinvestasi, karena pemerintah memberi kemudahan untuk para investor masuk,” tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik
-
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
-
Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
-
Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
-
Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922
-
Emas Antam Ambruk, Hari Harganya Rp 3.045.000/Gram
-
Presiden Perancis Sebut Serangan ke Iran 'Ilegal', Trump Ancam Boikot Sekutu Barat
-
Tar dan Nikotin Dibatasi, Industri Kretek Nasional Terancam Lumpuh
-
Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group
-
Eks Bendahara TPN Ganjar-Mahfud Lolos Seleksi Bos OJK