Zurich Topas Life (ZTL) bekerjasama dengan salah satu perusahaan teknologi keuangan (fintech) terkemuka di Indonesia, Investree, hari ini, Kamis (6/4/2017) meluncurkan Digital Credit Protection, program asuransi jiwa kredit yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan pengusaha kecil dan profesional. Kolaborasi ini memungkinkan para debitur Investree, dalam hal ini Borrower, untuk mendapatkan proteksi dari risiko tidak terduga sekaligus memberikan keamanan bagi investasi kreditur selama periode angsuran pinjaman mereka.
Perkembangan bisnis peer to peer lending (P2P) telah membawa alternatif baru bagi bisnis dan individu untuk mengakses pendanaan mereka. Indonesia Fintech Association (IFA) melihat pada akhir 2016 terdapat 150 perusahaan teknologi keuangan di Indonesia dengan 17 persen dari mereka yang berfokus pada bisnis pinjaman. IFA juga mencatat bahwa bisnis P2P lending menghadapi peluang besar untuk bertumbuh mengingat kontribusi kredit baru untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dari sektor perbankan masih berkisar di angka 34,77 persen.
Jika membicarakan pembiayaan, pinjaman yang diambil oleh pengusaha mikro maupun profesional biasanya memiliki risiko dan ketergantungan yang lebih tinggi pada individu peminjam dibandingkan dengan perusahaan yang lebih besar. Dengan demikian, akses ke layanan keuangan terutama asuransi sangat penting bagi mereka, ditambah adanya kebutuhan agar industri asuransi mampu berjalan dengan baik, mengurangi tingkat ketidakpastian, dan mengubahnya menjadi risiko yang dapat dikendalikan. Hal ini menjelaskan mengapa proteksi finansial memiliki peranan penting untuk pengusaha mikro dan profesional.
“Zurich Topas Life melihat kondisi ini sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen kami dalam membantu seluas mungkin masyarakat Indonesia dalam memahami dan melindungi diri dari risiko. Digital Credit Protection dirancang khusus untuk pengusaha mikro dan profesional untuk menjaga masa depan finansial serta membantu mereka untuk fokus pada pertumbuhan bisnis dan menjalani aktivitas profesional mereka dengan pikiran yang tenang. Kami sangat bangga atas kerja sama ini karena ini juga merupakan kolaborasi pertama di Indonesia yang dilakukan antara penyedia asuransi jiwa dan perusahaan fintech P2P lending,” ujar Peter Huber, Presiden Direktur Zurich Topas Life.
Keputusan Zurich Topas Life untuk bekerjasama dengan Investree adalah bagian dari rencana yang strategis. Profil Investree sebagai platform pinjaman yang aman bagi pengusaha dan individu adalah salah satu dari kunci kerja sama ini. Bisnis Investree telah tumbuh hampir 200% sejak mulai beroperasi pada Mei 2016, dengan total pinjaman dicairkan senilai Rp 108 miliar. Sekitar 90% dari dana tersebut dialokasikan untuk UMKM dan sisa 10% lagi untuk para karyawan dan individual dari perusahaan yang bekerja sama dengan Investree.
“Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa individu dan pengusaha di Indonesia dapat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pinjaman dengan cara yang lebih mudah dan aman. Indonesia adalah negara besar dengan ekonomi yang menjanjikan dan jumlah populasi dengan usia produktif yang tinggi, namun kita juga menghadapi tantangan dalam mewujudkan inklusi keuangan. Akses ke pendanaan alternatif tidak hanya dapat membantu mereka mengamankan tujuan finansialnya, tetapi juga dapat mengurangi disintermediasi keuangan yang juga akan membantu pengembangan sektor keuangan secara keseluruhan,” ucap Adrian Asharyanto Gunadi, Co-Founder dan CEO Investree.
Adrian juga menyatakan apresiasinya untuk kerja sama ini. “Kami percaya kerja sama ini akan berkontribusi positif bagi bisnis kami di Indonesia. Ketentuan yang berlaku dalam Digital Credit Protection dapat meningkatkan rasa percaya dari sisi Lender untuk berinvestasi melalui marketplace kami, dimana investasi mereka akan tetap aman apabila muncul risiko dari sisi debitur,” tambahnya.
“Digital Credit Protection juga menyasar pengusaha muda dan profesional, bagi kami hal ini bukan sekedar bisnis tetapi juga misi sosial. Kami ingin terlibat langsung dan menawarkan intelligent protection yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka. Tidak hanya untuk mengamankan pinjaman mereka, tetapi juga untuk mengurangi risiko, melindungi aset, dan juga mendukung ekosistem kewiraswastaan dan kegiatan ekonomi di Indonesia. Ini adalah bagian dari komitmen kami sebagai penyedia asuransi dalam mewujudkan inklusi keuangan nasional,” tutur Peter.
Baca Juga: Zurich Topas Life Luncurkan Zurich H&S Plus
Digial Credit Protection tersedia dengan produk utama Investree, yaitu pinjaman karyawan dan tagihan pembiayaan untuk pengusaha. Digital Credit Protection dilengkapi dengan berbagai macam manfaat termasuk cakupan yang berjangka hingga 70 tahun, tarif premium tetap selama periode asuransi dan pertanggungan total yang bernilai sampai dengan Rp 100 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora