Bandara Adi Soemarmo Solo segera berkembang menuju Airport City atau Kota Bandara yaitu sebuah bandara yang berkembang dengan aneka macam bisnis serta kegiatan yang tidak hanya melayani penerbangan, namun lebih luas lagi menjadikan Bandara sebagai pusat bisnis dilengkapi berbagai fasilitas layaknya sebuah kota. Untuk mewujudkan konsep Airport City, infrastruktur dan fasilitas bandara Adi Sumarmo dikembangkan secara terpadu dengan kawasan sekitar bandara.
Konsep ini tidak didesign dari awal namun sangat mungkin dikembangkan menuju Solo Airport City. Transportasi Sebuah kota dan antar kota akan semakin lancar manakala melibatkan system Transportasi antar moda dalam memenuhi aliran lalu lintas secara menerus (seamless transportation system) untuk mensupport jaringan moda transportasi lain seperti jalan toll, terminal bus, stasiun bahkan kereta bandara.
Pembangunan Airport City di Bandara Adi Soemarmo Solo dimungkinkan karena bandara ini telah dikembangkan menjadi salah satu hub penerbangan di Indonesia. Selain itu, kota Solo juga mempunyai perkembangan yang pesat, baik dari sisi perekonomian maupun sebagai kota pariwisata.
"Bandara Adi Soemarmo menjadi salah satu bandara hub di Jawa sehingga Solo menjadi pusat di mana kota-kota besar di Indonesia bagian timur atau barat seperti Ambon, Kupang, Manado, Palangkaraya, Medan, Padang dapat langsung ke Solo,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke bandara ini pada 1 April lalu.
Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, untuk mengembangkan Airport City di Solo, salah satunya akan diperlancar dengan kereta bandara, baik di kota Solo maupun untuk menghubungkan Bandara Adi Sumarmo - Solo menuju Bandara Adi Sucipto - Yogyakarta.
“Antara Bandara Adi Sumarmo-Solo dengan Bandara Adi Sucipto- Yogyakarta hanya berjarak sekitar 50 km. Dengan demikian dua bandara tersebut sangat potensial untuk digabungkan dengan menjadikannya Airport City. Dengan demikian Airport Train Shutlle yang menghubungkan 2 bandara tsb meleburkan 2 bandara itu menjadi satu Airport City untuk mendukung realisasi Nawacita butir 7: Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. ,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso di Jakarta, Jumat (7/4/2017).
Selain menghubungkan dua bandara yang berdekatan, kereta bandara ini nantinya akan bisa mengefisienkan pergerakan penumpang antar moda. Yaitu dari moda transportasi udara dengan moda transportasi kereta, bus, dan jaringan jalan toll. Untuk di kota Solo, kereta bandara ini akan terhubung langsung dengan Stasiun Kereta Solo Balapan dan Terminal Bus Tirtonadi. “Dengan integrasi yang baik antar moda ini, akan mewujudkan pembangunan transportasi yang lebih efektif dan efisien,” lanjut Agus.
Transportasi antarmoda yang baik antara pesawat dengan kereta api, bus dan pengguna jalan toll mempunyai banyak keuntungan. Selain mengefektifkan dan mengefisienkan pergerakan antar moda bagi penumpang, juga dapat mengurangi kemacetan, selanjutnya juga akan dapat mengurangi polusi udara yang diakibatkan asap kendaraan bermotor.
Baca Juga: Pembangunan Kereta Bandara Adi Soemarmo Dimulai Besok
"Transportasi antarmoda tersebut juga sudah dikembangkan di bandara-bandara besar di dunia. Misalnya saja Bandara Heathrow dan Gatwick di London, JFK di Amerika, Charles de Gaule Perancis, juga sudah terhubung dengan menggunakan kereta api menuju Bandara" lanjut Agus.Terkait dengan hal ini, rencananya akan dilakukan pencanangan pembangunan perkeretapian Akses Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo-Solo oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (8/4/2017) besok.
Untuk arus lalu lintas penumpang domestik di Bandara Adi Soemarmo pada tahun 2016 untuk kedatangan yaitu 1.058.626 penumpang atau naik 49% dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk keberangkatan yaitu 1.051.295 penumpang atau meningkat 47 persen dari periode tahun sebelumnya.
Saat ini Bandara Adi Soemarmo dilengkapi beberapa fasilitas yaitu apron dengan luas 420 m x 135 m dan parking stand yang dapat menampung 10 pesawat. Bandara tersebut juga memiliki runway seluas 2.600 x 45 m yang akan diperpanjang menjadi 3.000 x 45 m dengan terminal seluas 13.000 m2 dengan kapasitas 1.525.013 penumpang per tahun. Bandara tersebut juga dilengkapi tempat parkir mobil yang dapat menampung 29.000 m2 dengan kapasitas 330 kendaraan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak