Saat ditanya tentang kedatangan CEO Freeport McMoRan Inc. Richard C. Adkerson ke Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan mungkin Adkerson akan melanjutkan permbicaraan dengan Menteri Jonan.
"Semua sudah beres, sepertinya sudah disetujui. Tadi Pak Jonan melaporkan bahwa masalah (divestasi) 51 persen sudah, masalah smelter sudah, lalu tiap enam bulan akan dievaluasi kalau progresnya jalan tetap diberikan izin ekspor tapi kalau progres pembangunan smelter tidak sesuai dengan target yang dibuat ya diberhentikan (izin ekspornya) Jadi izin ekspor ini dikaitkan dengan pembangunan smelternya," jawabnya.
Ia menambahkan sudah menjelaskan hal ini kepada Menteri Perdagangan Amerika Serikat bulan lalu saat berkunjung ke negara tersebut.
"Ini kan kontrak sudah selesai. jadi kalau selesai, analogi ya, kau nyewa rumah saya 25 tahun selesai kontrakmu 50 tahun, kalau saya tidak mau perpanjang, boleh kan? Tapi Indonesia tidak begitu, kami masih mau kasih perpanjang kontrak, tapi dia harus mau mematuhi ketentuan kita, bukan kita yang nurut sama kita. Dia harus divest sahamnya, kita punya 51 persen, kemudian dia harus bangun smelter," ujarnya.
Ia menambahkan Presiden menyetujui pemerintah setempat akan mendapatkan 5 persen dari divestasi.
Disinggung tentang ancaman pemerintah terhadap Inpex jika perusahaan itu belum juga menyelesaiak Pra Pelaksanaan Konfigurasi Dasar (pre-Front End Engineering Design/FEED) Menko Luhut mengatakan jika terlalu lama, pemerintah bisa memilih opsi lain.
"Inpex minta preFEED dua kali proses, kami minta sekali supaya prosesnya lebih cepat. Ini harus selesai kalau tidak, kita lihat langkahnya apa, kita punya opsi dong," katanya.
Baca Juga: Luhut Tegaskan One Belt One Road Cina Bukan Ancaman Bagi RI
Tag
Berita Terkait
-
Luhut Tegaskan One Belt One Road Cina Bukan Ancaman Bagi RI
-
500 Personel Amankan Sidang Ketua SP Freeport Indonesia
-
Pengamat Peringatkan Negosiasi Kontrak Freeport Harus Transparan
-
Warga Papua Minta Dilibatkan Dalam Negosiasi Kontrak Freeport
-
Pengamat: Negara Harus Lebih Tinggi Dari Freeport Indonesia
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN