Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatim Balinus meluncurkan generasi baru SPBU yang dikelolanya, yaitu SPBU Pasti Prima yang akan menyajikan pengalaman baru ‘beyond fuel’ berupa pelayanan non-fuel retail, pelayanan energi terpadu dan layanan digital untuk kenyamanan konsumen. Pasti Prima hadir dengan tampilan baru dengan dominasi warna biru.
General Manager Pertamina MOR V, Herman M. Zaini mengatakan SPBU Pasti Prima merupakan level lanjutan dari konsep SPBU Pasti Pas, yang sebelumnya telah sukses mengubah wajah SPBU Pertamina secara fundamental, baik dari sisi kualitas, takaran, dan layanan menjadi lebih berorientasi pada kebutuhan konsumen. Sebagai market leader bisnis fuel retail di Indonesia, Pertamina berkomitmen tinggi untuk meningkatkan manfaat yang dirasakan oleh konsumen setia Pertamina.
“Pertamina memiliki aspirasi tinggi untuk bisnis fuel dan non-fuel retail di SPBU dengan beragam inisiatif strategis, diantaranya dengan mengembangkan infrastruktur, memperkuat jaringan, dan memberikan level pelayanan lebih baik kepada konsumen. Konsep Pasti Prima yang kami hadirkan kali ini akan menjawab kebutuhan konsumen yang datang ke SPBU tidak sekadar untuk membeli BBM,” kata Herman usai meresmikan SPBU Pasti Prima di SPBU 51.601.65 Jemur Sari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/5/2017).
Melalui SPBU Pasti Prima, Pertamina akan menyajikan layanan non-fuel retail yang lebih dinamis dan beragam,seperti Bright Store, ATM, pelayanan energi terpadu yakni LPG, Pelumas, Air dan Nitrogren, memberikan reward kepada pelanggan setia, serta memanfaatkan teknologi digital mutakhir sebagai media interaksi dengan pelanggan.
“Kami sangat mendukung program ini karena SPBU Pasti Prima menjadi suatu kebutuhan dalam persaingan dan pelayanan yang lebih baik lagi bagi bisnis BBM di Indonesia. Program Pasti Prima ini juga sangat menarik karena memberi keuntungan yang lebih besar bagi pengusaha,” kata Ketua DPD V Hiswana Migas, Rachmad Muhamadiyah.
Lebih lanjut Rahmad Muhamadiyah mengatakan, akan mendorong pengusaha-pengusaha SPBU lainnya untuk mengikuti program Pasti Prima, khususnya bagi SPBU-SPBU yang telah mengantongi sertifikasi Pasti Pas.
Saat ini di wilayah MOR V sudah ada 14 SPBU yang berstatus Pasti Prima yaitu 7 SPBU di Surabaya, 5 SPBU di Sidoarjo dan 2 SPBU di Jember. Hingga akhir tahun, Pertamina MOR V menargetkan minimal 27 SPBU Pasti Prima di seluruh wilayah MOR V yakni Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB.
Sepanjang kuartal I tahun 2017, penjualan BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) di wilayah MOR V mencapai 1.976.886 kilo liter. Sedangkan untuk gasoil (Solar dan Dex Series) mencapai 783.080 kilo liter.
Baca Juga: Video Viral! Mobilnya Mendadak Meledak di SPBU, Erica Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Transisi Energi Diproyeksikan Tarik Investasi Rp1.682,4 Triliun
-
Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026
-
Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan
-
Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?
-
Kronologi PT Narada Aset Manajemen Manipulasi Saham IHSG, Ini Sosok Pemiliknya
-
OJK Mulai Kumpulkan Data Saham Gorengan, Ini Bocorannya
-
BEI: 2 Emiten Konglomerat Bakal IPO, Ini Bocorannya
-
PLTSa Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2027
-
Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis
-
Bank Indonesia Gabung dengan Proyek Nexus, Apa Untungnya?