Karyawan mogok di lingkungan PT Freeport Indonesia menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintah daerah saat melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor Sentra Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua, di Timika, Selasa.
Sembilan tuntutan itu antara lain, pertama mendesak pemerintah untuk bertanggungjawab menyelesaikan persoalan pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia, Privatisasi dan Kontraktor, kata Ketua PC SPKEP-SPSI Mimika, Aser Gobai, di Timika, Selasa (6/6/2017).
Tuntutan tersebut diserahkan oleh perwakilan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC SPKEP-SPSI) Kabupaten Mimika sebagai penanggung jawab aksi demo kepada Pemkab setempat yang diterima langsung oleh Bupati Mimika, Yohanis Bassang.
Tuntutan kedua, mendesak Pemerintah dan perusahaan untuk segera mengembalikan karyawan untuk kembali bekerja tanpa ada sanksi apapun. Ketiga, mengenbalikab pekerja yang dirumahkan, keempat yaitu mendesak perusahaan untuk segera menghentikan perlakuan diskriminasi, kriminalisasi dan propaganda yang negatif terhadap pekerja yang melakukan mogok kerja yang sah.
Kelima, mendesak perusahaan untuk menghentikan PHK sepihak yang tidak sesuai dengan UU yang berlaku, keenam yaitu mendesak perusahaan untuk menghentikan interfensi kepada pihak BANK, BPJS, Perumahan Timika Indah dan Amor dari pemblokiran dan penutupan akses.
Ketujuh, mendesak perusahaan untuk menghentikan intimidasi terhadap komisioner PC SPKEP-SPSI. Kedelapan, mendesak pemerintah untuk melakukan penegakan hukum dan aturan terhadap 'out sourching', dan pemagangan yang sesuai dengan aturan ketenagakerjaan dan kesembilan, mendesak pemerintah untuk segera membuka ruang untuk perundingan manajemen-karyawan untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
Wabup Yohanis kepada para karyawan mengatakan akan memperjuangkan dengan semaksimal mungkin menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak manajemen Freeport sehingga dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Wabup sempat menitikkan air mata saat menyampaikan rasa simpati atas apa yang dirasakan oleh para karyawan. Ia mengatakan bahwa dirinya juga sungguh merasakan apa yang juga dirasakan oleh para karyawan.
Baca Juga: Ribuan Pegawai Freeport akan Demo 12 Hari Berturut-turut
Selain itu ia juga menampik pernyataan para karyawan demo yang menilai Pemda Mimika tidak banyak berbuat apa-apa dalam persoalan yang dialami para karyawan. Bahwa selama ini dirinya telah berusaha memfasilitasi dua pihak selama dua kali pertemuan beberapa waktu lalu dengan pihak manajemen Freeport.
Para karyawan meminta Pemkab menyampaikan batas waktu kapan tuntutan tersebut dapat dijawab oleh pemkab dan manajemen. Namun Wabup sendiri mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat menentukan batas waktu.
"Kami sudah pihak manajemen Freeport dan melampirkan tuntutan saudara-saudara sehingga mereka dapat membuka ruang untuk perundingan namun manajemen ini juga keras kepala," katanya.
Untuk itu mewakili pemerintah, Wabup berharap agar para karyawan dapat mengerti situasi yang saat ini terjadi.
Ketua PC SPKEP-SPSI Mimika, Aser Gobai menyatakan bahwa para demonstran tidak akan beranjak dan akan melakukan demonstrasi setiap hari jika pemerintah dan manajemen tidak segera mengambil langkah penyelesaian persoalan yang ada. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak