Bisnis / Makro
Jum'at, 07 Juli 2017 | 14:53 WIB
Blok Migas ONWJ. [pheonwj.pertamina.com]

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah berupaya melakukan berbagai cara menawarkan 15 Wilayah Kerja Minyak dan Gas guna menggairahkan kembali WK Minyak dan Gas.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggundang sekitar 52 perusahaan minyak dan gas ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2016).

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, tahun ini pemerintah lebih pro aktif 'jemput bola' atau menarik investor agar lelang tak berakhir dengan kegagalan lagi seperti dua tahun belakangan terakhir. Pemerintah pun meminta masukan dari para investor agar blok yang ditawarkan lebih menarik.

"Persoalannya apakah blok itu yang kurang bagus, secara komerisial tidak atraktif, atau aturan kita tidak mendukung sehingga tidak diambil yang berminat," kata Arcandra.

Selain jemput bola, lanjut Arcandra, pemerintah memilih perusahaan-perusahaan besar untuk mengambil WK Migas ini. Tidak seperti tahun sebelumnya yang memilih perusahaan kecil untuk menggarap 15 blok migas ini.

"Tahun lalu konvensional pakai cost recovery, tahun ini pakai gross split. Tahun lalu yang seperti ini (mengundang perusahaan-perusahaan besar) belum ada, sekatang kita adakan. Tahun lalu peserta lelang enggak ada yang besar, tahun ini ada," ujarnya.

Arcandra mengaku optimis, dengam upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini bisa laris, lantaran ada 3 perubahan besar yang dibuat. Pertama, tahun ini blok yang dilelang menggunakan kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) skema gross split, bukan lagi PSC cost recovery.

Seperti diketahui, 15 WK migas ini sudah ditawarkan oleh pemerintah sejak 2016 silam. Sejak akses dokumen lelang blok minyak dan gas bumi dibuka pada 29 Mei 2017, tercatat baru 12 perusahaan minyak dan gas bumi yang mengambil dokumennya.

Baca Juga: Inilah Daftar Nama 15 Wilayah Kerja Migas yang Baru

Pada Mei 2017, dalam acara pameran dan konvensi yang digelar Indonesian Petroleum Association (IPA), pemerintah telah menawarkan 15 wilayah kerja baru migas. Hal yang sama juga terjadi pada 2016 lalu. Dimana lelang ini sepi peminat.

Adapun 10 blok migas konvensional yang ditawarkan yakni Andaman I, Aceh Utara; Andaman II, Aceh Utara; Merak Lampung, Lampung; South Tuna, Natuna Timur; Tongkol, Natuna Timur; Pekawai, Kalimantan Timur; West Yamdena, Maluku; East Tanimbar, Maluku; Kasuri III, Papua Barat dan Memberamo, Papua Barat.

Sementara, sisanya, blok migas nonkonvensional yakni blok shale gas Jambi I dan Jambi II serta blok gas metana batubara Raja, Bungamas dan West Air Komering. Dari total 15 blok baru, tujuh blok ditawarkan melalui penawaran langsung. Ketujuh blok tersebut yakni Andaman I, Andaman II, South Tuna, Merak Lampung, Pekawai, West Yamdena dan Kasuri III.

Load More