Suara.com - Industri financial technology yang terus tumbuh tak hanya mendapat perhatian regulator, seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, melainkan juga Bursa Efek Indonesia.
Menurut Direktur Operasional dan Sarana Sistem Informasi Otoritas Jasa Keuangan Fithri Hadi kehadiran fintech menjadi peluang bagi pasar modal untuk menambah jumlah emiten.
“Ini sangat baik, pasar modal juga sudah paling siap menerima fintech ini. Karena, pasar modal sudah biasa dengan teknologi. Kita lihat cross border trading sudah dari dulu, online trading juga dari dulu. Tinggal sekarang ekstensinya bertambah, misalnya model fund supermarket, model-model baru yang padu padan dengan layanan lain,” kata Fithri di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (25/9/2017).
Menurut Fithri fintech bisa membuat pasar modal tidak lagi eksklusif sehingga nantinya membuka kenaikan volume transaksi.
“Memang tidak ditargetkan akan naik berapa, tetapi dengan automasi, akses anggota bursa kepada calon investor lebih luas. Harapannya orang lebih banyak yang investasi sehingga volumenya akan naik," ujarnya.
Fithri berharap penyedia jasa industri keuangan untuk terus meningkatkan penggunaan teknologi keuangan yang semakin canggih. Hal ini diperuntukkan agar masyarakat bisa dengan mudah mengakses keuangan.
“Tidak menutup kemungkinan akan terjadi disintermediasi di sektor keuangan. Jadi penyedia layanan perantara itu berguguran. Karena dengan internet dan mobile konsumen bisa langsung mengakses produsen," katanya.
Nanti, OJK juga akan membentuk one stop services yang akan memberikan kemudahan bagi perusahaan fintech untuk berurusan ke regulator dan otoritas terkait, seperti Bank Indonesia, Kementerian Kominfo, Ditjen Pajak dan lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden
-
Misbakhun Daftar Jadi Calon Ketua OJK, Purbaya: Rumor Itu Mungkin Salah
-
Prabowo 'Pelototi' Jeffrey Hingga Hasan Usai jadi Bos Baru BEI dan OJK
-
Pasar Modal Mau Diawasi Ketat Sama Prabowo, Bos BEI: Kami Dapat Dukungan
-
Klarifikasi OJK soal 4 Surat dari MSCI Diabaikan: Kami Baru Dengar!
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara