Ketua Tim Ahli Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sutrisno Iwantono, mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan ekonomi. Berbagai kebijakan ini telah berdampak positip bagi iklim investasi.
"Index Ease of doing Business index 2017 menunjukkan peningkatan yang nyata yaitu tadinya ranking 106 meningkat menjadi ranking 91. Indonesia termasuk diantara 10 negara yang melakukan perbaikan secara nyata bersama-sama negara lain seperti Bahrain, Belarus, Brunai Kazakhstan, United Arab Emirat dan lain-lain Beberapa proses yang dipermudah antara lain pendirian perusahaan, akses pada sumber tenaga listrik, pendaftaran property, akses pada keuangan, pembayaran pajak, perdagangan cross border, dan perjanjian kontrak," kata Sutrisno secara tertulis, pada Suara.com, Selasa (31/10/2017).
Bagi modal asing atau Foreign Direct Investmen (FDI) tentu paket kemudahan tersebut menjadi insentif tersendiri. FDI adalah unsur penting dalam peningkatan ekonomi melalui investasi. Dalam 15 tahun terakhir, FDI menunjukkan trend yang terus naik mencapai 2 persen dari GDP. Tetapi angka ini tergolong rendah dibanding negara lain, misalnya untuk 2013-2014 di Thailand mencapai 3,5 persen, Malaysia 5,1 persen.
"Salah satu diantaranya adalah semakin dibukanya Daftar Negatif Investasi (DNI). Misalnya Pemerintah menghapus 35 bidang usaha dari DNI, dimana asing bisa menanamkan modal dengan kepemilikan 100 persen, antara lain misalnya restoran, kafe, film, pengelolaan sampah, jasa konsultan bisnis/managemen dan lain-lain," jelasnya.
Bagi upaya meningkatkan investasi terutama jangka pendek tentu hal ini sangat bermanfaat. Tetapi bagi pelaku usaha dalam negeri akan menjadi pertanyaan. Industri film diantaranya yang akan terkena dampak atas terbukanya sector ini bagi pelaku asing. Demikian juga untuk restoran, atau perhotelan. Industri hotel saat ini sedang megap-megap terutama hotel skala kecil non bintang.
"Hotel-hotel kecil dihantam bukan saja oleh menjamurnya hotel-hotel kelas budget, tetapi juga dihantam persaingan asimetris oleh apartemen-apartemen yang kemudian disewakan secara harian laksana hotel. Padahal mereka tidak ada perizinan dan tidak terjaring pajak," tuturnya.
Pembukaan DNI tentu baik pada jangka pendek, tetapi pada jangka panjang perlu diperhatikan kepentingan industri lokal. Jika dihadapkan pada investor asing yang sangat kuat dari segi permodalan, teknologi dan jaringan, perusahaan lokal terutama kelas UKM akan sangat tertinggal. Deregulasi sudah dikeluarkan dan tent uterus berikan dukungan, pekerjaan kedepan adalah bagaimana kita mempersiapakan usaha-usaha local agar dapat bersaing dengan usaha asing.
"Harus ada keberpihakan dan program-program afirmasi yang kongkrit untuk memberdayakan usaha lokal. Kegiatan-kegiatan usaha yang memang dapat diberikan kepada swasta dalam negeri seyogyanyalah di prioritaskan untuk pengusaha lokal. Paling tidak bentuk-bentuk kemitraan harus mendapatkan fokus perhatian bagi investasi," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris