Suara.com - Sejarah baru dalam dunia perbankan tanah air, bahkan dunia, muncul pada Minggu (19/10/2016). Pada hari itu, pukul 04:39 WIB, satelit milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bernama BRISat, meluncur ke udara dengan roket Ariane 5 buatan Arianespace, Prancis. Satelit bernama BRISat tersebut merupakan satu-satunya satelit di dunia yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan yang bergerak di sektor perbankan.
BRISat itu dibawa ke orbit dengan menggunakan roket peluncur Ariane 5 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou. Saat diluncurkan, cuaca di Kourou tampak cerah. BRISat kini mengorbit di atas pulau Papua, Indonesia. Orbit tujuannya adalah Geostationary dengan titik koordinat 150,5 derajat Lintang Timur.
Mengutip laporan keuangan BRI kuartal III 2017 yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia, disebutkan bahwa BRIsat telah mencapai orbit yang dituju dan telah dilakukan pengujian (in orbit test). Terhitung sejak tanggal 3 Agustus 2016 telah dilakukan “BRIsat operational handover” dari SSL (sebagai manufaktur satelit BRIsat). Hingga tanggal 31 Desember 2016 dilakukan Final Acceptance untuk perangkat ground (gRCS) untuk memastikan perangkat-perangkat tersebut dapat digunakan secara optimal oleh BRI.
Sesuai dengan kontrak, performa satelit akan terus dimonitor oleh SSL dan BRI sampai milestone terakhir (satellite performance) diselesaikan pada pertengahan tahun 2017. Persentase jumlah tercatat satelit dalam pengembangan terhadap nilai kontrak adalah sebesar ±96%.
Satelit BRIsat diproduksi oleh Space Systems/Loral (SSL), sebuah perusahaan pembuatan satelit komersial asal Amerika Serikat. Sementara peluncuran BRIsat difasilitasi oleh Arianespace, perusahaan peluncur satelit asal Eropa yang telah beroperasi sejak 1980.
Dari sisi keamanan informasi, SSL selaku perusahan yang memproduksi telah menjanjikan bahwa tidak akan ada peralatan penyadapan di dalam BRISat. Sementara BRISat merupakan satelit kelima yang diluncurkan oleh Arianespace bagi operator satelit Indonesia.
Usai menemukan orbitnya, SSL telah menyerahkan secara resmi satelit itu ke BRI untuk dioperasikan langsung oleh 53 teknisi BRI. Ke-53 teknisi itu sebelumnya sudah dilatih oleh SSL.
Peluncuran satelit BRISat tidaklah mulus. Peluncuran satelit milik BRI tersebut sempat mengalami penundaan sampai tiga kali. Awalnya BRIsat direncanakan akan diluncurkan pada 9 Juni 2016, tetapi juga ditunda karena perusahaan antariksa Arianespace menemukan adanya gangguan pada konektor fluida kriogenik, bahan bakar pada roket.
Baca Juga: "BRIIndocomtech 2017" Berakhir Sukses
Akhirnya peluncuran ditunda selama 8 hari menjadi tanggal 17 Juni 2016 waktu Jakarta. Tetapi, peluncuran lagi-lagi ditunda karena Arianespace kembali mendeteksi adanya gangguan sistem elektrik umbilikal pada roket yang menghubungkan tempat satelit EchoStar XVIII dengan pusat pengendali peluncuran roket.
Selanjutnya BRISat dijadwalkan diluncurkan pada Sabtu, (18/10/2016). Sayangnya wilayah Kourou dilanda tekanan angin yang begitu besar. Akibatnya satelit BRISat mengalami penundaan untuk ketiga kalinya.
BRI bukan cuma bank. Kita juga perusahaan yang membutuhkan teknologi, terutama dalam hal telekomunikasi yang bagus. Terutama untuk memperkuat layanan kita hingga pelosok-pelosok Indonesia. Dengan demikian, ketersediaan infrastruktur untuk menopang hal itu melalui kepemilikan satelit sendiri menjadi hal yang penting bagi BRI,” kata Direktur Operasional BRI, Indra Utoyo, menjelaskan alasan pembelian BRISat, kepada Suara.com, di kantor pusat BRI, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2017).
Menurutnya, ada tiga manfaat BRI memiliki BRISat. Pertama, BRI memiliki ketersediaan kapasitas bandwidth untuk melayani kebutuhan bisnis perbankan dalam jangka panjang. Kedua, BRI memiliki fleksibilitas waktu kapanpun dan dimanapun untuk mengatur infrastruktur teknologi informasinya dibanding masih menyewa satelit perusahaan lain.
“Ketiga, lebih memuaskan harapan customer. Dengan satelit sendiri, BRI bisa menyediakan bandwidth yang dibuthkan kantor-kantor cabang sesuai kebutuhan. Demikian kami bisa memberikan layanan yang cepat kepada nasabah,” tuturnya.
BRI Klaim Lebih Hemat 40 Persen dengan BRISat
Berita Terkait
-
BRI Dorong Ekonomi Desa Manemeng, Semangat Marenta Barmak Hidupkan UMKM & Klaster Usaha
-
Desa Pajambon Bersinar: Dari Kebun Jambu hingga Agrowisata, Menjadi Inspirasi Desa BRILiaN Indonesia
-
Sentuhan BRI Dorong Sausu Tambu Jadi Desa Berdaya Berbasis Pariwisata dan UMKM
-
Kampung Koboi Tugu Selatan: Ketika Alam, Tradisi, dan Inovasi Menyatu Membangun Desa BRILiaN
-
Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar