Proyek tersebut di antaranya jalan tol Medan-Tebing Tinggi, jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, dan KEK Mandalika.
Sementara untuk capaian program ketenagalistrikan 35 ribu MegaWatt (MW), hingga Desember 2017 sebanyak 998 MW atau tiga persen sudah beroperasi. Diperkirakan nilai proyek tersebut mencapai Rp26,96 triliun.
KPPIP juga mencatat 15.676 MW atau 44 persen dari total program ketenagalistrikan berada dalam tahap konstruksi, 13.782 MW (38 persen) mendapat "power purchase agreement" (PPA) namun belum "financial close".
Proyeksi 2018 Pemerintah melalui KPPIP memproyeksikan 60 sampai 75 PSN secara kumulatif dapat rampung di 2018. Untuk mencapai jumlah tersebut, maka pemerintah masih perlu menyelesaikan 34 sampai dengan 50 proyek.
PSN yang diproyeksikan selesai di 2018 terutama adalah proyek-proyek yang sudah beroperasi sebagian.
KPPIP mencatat ada 37 proyek yang telah beroperasi sebagian dari 145 proyek yang masuk tahap konstruksi, di antaranya jalan tol Trans Jawa, jalan tol Medan-Binjai, Bandara Raden Inten II, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke, dan pengembangan pelabuhan Kupang.
Di samping 145 PSN dan satu program ketenagalistrikan yang masih dalam tahap konstruksi, sembilan proyek masih dalam tahap transaksi dan 85 proyek dan satu program dalam tahap penyiapan. Total nilai investasi untuk proyek yang sedang dalam tahap konstruksi (145 proyek dan satu program ketenagalistrikan) mencapai Rp1.711 triliun.
Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto menjelaskan bahwa PSN memiliki kriteria dasar harus mulai konstruksi di 2018, namun semuanya tidak harus selesai di 2019.
Pembangunan beberapa proyek, seperti misalnya pembangkit listrik kapasitas besar, membutuhkan dua sampai dengan tiga tahun untuk selesai konstruksi.
Baca Juga: Menkominfo Sebut Infrastruktur Indonesia 'Selevel' Beijing
Rainier menjelaskan pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap target-target pembangunan PSN. Evaluasi tersebut memungkinkan adanya proyek yang dikeluarkan dari daftar PSN.
"Kalau tidak sampai target harus dilaporkan ke enam menteri plus menteri terkait untuk kemudian dilaporkan ke Presiden. Sehingga yang memutuskan mengenai adanya proyek untuk dikeluarkan adalah menteri-menteri dan Presiden," ucap dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Beton Precast Jadi Solusi Efektif Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional
-
Mahfud MD Desak Penegakan Hukum Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh
-
Solusi Investor "Get Lost", AHY Buka Kantor Fasilitasi Proyek Infrastruktur (IPFO)
-
BMKG Peringatkan Krisis Pangan Akibat Cuaca Ekstrem, Desak Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana
-
Pemerataan Pembangunan Infrastruktur hingga ke Wilayah Timur Indonesia
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar
-
Respon ATR Setelah Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros