Suara.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pada Polri dan TNI untuk melakukan antisipasi dini serta mewaspadai berbagai potensi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 pada Agustus 2018.
Tak hanya Asian Games, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pada pertemuan pertemuan tahunan Bank Dunia - Dana Moneter Internasional (IMF) yang akan berlangsung pada 12 - 14 Oktober 2018.
"Sebagai tuan tumah, semua elemen masyarakat di Indonesia tentu wajib menjaga keamanan dan ketertiban umum, khususnya pascaidul Fitri dan Pilkada Serentak 2018," kata Bambang kepada Wartawan, Minggu (6/5/2018).
Menurut dia, partisipasi aktif semua elemen sangat penting. Sebab, dua
even itu akan menghadirkan puluhan ribu tamu atau delegasi dari ratusan negara.
Ia menerangkan, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang akan berlangsung sejak pertengahan Agustus akan diikuti oleh 45 negara dengan jumlah atlet lebih dari 15.000 orang dengan venue atau lokasi tanding yang tersebar di kawasan Jabodetabek dan Palembang.
"Asian Games 2018 direncanakan menggelar 462 nomor pertandingan dari 40 cabang olahraga," ujar Bambang.
Sementara itu, lanjut politikus Partai Golkar tersebut, pertemuan tahunan Bank Dunia-IMF di pulau Bali pada Oktober mendatang akan dihadiri delegasi dari 189 negara.
Kata dia, forum ini dikhususkan bagi para petinggi IMF, Bank Dunia, para menteri keuangan dan para gubernur bank sentral . Namun, total peserta pun diperkirakan lebih dari 15.000 orang.
Menurut dia, para Menteri Keuangan dan gubernur bank sentral akan didampingi para staf. Ditambah lagi dengan kehadiran para pemimpin lembaga keuangan, para bankir dan pimpinan perusahaan-perusahaan besar lainnya, termasuk para peninjau.
Menurut dia, dalam konteks pembangunan ekonomi, even ini menjadi sangat strategis bagi Indonesia.
“Kedua even itu menjadi momentum bagi semua elemen masyarakat untuk menunjukan citra Indonesia yang bersahabat dan humanis. Karena itu, semua elemen masyarakat di berbagai daerah hendaknya terdorong menciptakan suasana kondusif di dalam negeri,” tutur Bambang.
Mantan Ketua Komisi III DPR itu mengingatkan, ragam kegiatan atau aksi komunitas yang berpotensi menimbulkan gesekan atau bentrokan hendaknya dihindari. Terutama aksi-aksi bernuansa politik yang dikaitkan dengan pemilihan presiden 2019.
“Indonesia harus kondusif sepanjang periode waktu menuju bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 2018, Pilkada serentak 2018, Asian Games 2018 hingga even pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018,” kata Bambang.
Berita Terkait
-
BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis
-
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
-
DPR: Daerah Sudah Tak Mampu Gaji PPPK, Guru Harus Diangkat Jadi PNS
-
Puan ke Pemerintah: Rakyat Kecil Jangan Sampai Menanggung Dampak Krisis Global
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram