Bisnis / Makro
Rabu, 06 Juni 2018 | 13:26 WIB
Menkeu Sri Mulyani saat berbicara dalam acara One Planet Summit di Paris, Prancis, Selasa (12/12/2017). [KBRI Paris]

Suara.com - Pemerintah telah menetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 pertumbuhan ekonomi ditargetkan tumbuh 5.18 samai 5.4 persen. Sedangkan untuk 2019, pemerintah bersama DPR telah menyepakati pertumbuhan ekonomi diproyeksi pada kisaran 5.2 sampai 5.6 persen.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimis target tersebut bisa dicapai. Pasalnya, pertimbangan kondisi pertumbuhan komponen perekonomian dari sisi konsumsi dan investasi.

“Konsumsi terus bergerak sebesar 4.59 persen pada kuartal pertama sesuai dengan APBN 2018. Sesuai dengan APBN 2018, range ini disebabkan karena sisi faktor demand atau permintaan itu menunjukkan adanya suatu pergerakan. Konsumsi kuartal I sebesar 4,95 persen," ujar Menkeu di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Dari sisi konsumsi, lanjut Ani, pemerintah tengah mendorong konsumsi di masyarakat khususnya untuk kalangan kelas menengah. Pasalnya dikelas menengah ini mereka cenderung menahan konsumsi.

“Maka kami tengah mendorong itu agar konsumsinya naik,” katanya.

Selain itu, dari sisi investasi, peningkatan investasi swasta terutama pada manufaktur maupun primer dan jasa yang memiliki keterkaitan cukup pada industri kimia, industri makanan dan minuman dan sektor primer masih akan tumbuh positif.

"Pertumbuhan investasi yang disampaikan kuartal I sebesar 7.9 persen kita berharap secara tahunan bisa pada 7 persen. Apabila seluruh tahun bisa bertahan di atas 7 persen maka kita mendapat pertumbuhan 5.2 sampai 5.4 persen. Range kami investasi adalah 7,27 sampai 7.45 persen,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi memang masih pada kisaran yang sama, yaitu 5,07 persen pada tahun 2017, 5,03 persen pada 2016, 4,88 persen pada 2015, serta 5,01 pada 2014.

Load More