Suara.com - Program Sejuta Rumah dicanangkan Ditjen Penyedia Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laolly, melakukan groundbreaking proyek rumah susun dan rumah khusus Kementerian Hukum dan HAM di Pulau Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (27/7/2018).
"Kita sedang membangun 2 tower rusun, 1 untuk pegawai bujangan, yang 1 untuk yang sudah berkeluarga, yaitu tipe 36 untuk 92 KK. Untuk pejabat strukturalnya, kita buatkan rumah khusus sebanyak 28 unit. Kementerian PUPR mempunyai program rumah susun dan rumah khusus. Rumah khusus biasanya untuk nelayan, petugas perbatasan di pulau-pulau terluar Indonesia, termasuk di Pulau Nusakambangan," jelas Basuki.
Rumah susun ini berada di Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Rusun dibangun pada 2018 melalui Ditjen Penyediaan Perumahan, sebanyak 2 tower blok (TB). Satu tower dibangun 3 lantai, terdiri dari 42 unit hunian tipe 36m2, berkapasitas 162 penghuni untuk pekerja lapas yang sudah berkeluarga dan sebuah tower 4 lantai, berisi 50 unit hunian tipe 24 m2, berkapasitas 196 penghuni, untuk pegawai lapas lajang.
Untuk pembangunan 2 tower rusun ini dianggarkan Rp 28,4 miliar, dengan luasan total 4.860m2.
Sementara itu, pembangunan rumah khusus dilakukan di atas tanah seluas 5.500m2 di lokasi yang sama. Jumlahnya 28 unit, dengan luas 36m2, untuk pejabat struktural yang bekerja di Lapas Nusakambangan yang sudah berkeluarga. Adapun nilai kontraknya mencapai Rp 4,3 miliar.
Pembangunan rumah susun dan rumah khusus tersebut ini sudah termasuk dengan kelengkapan meubelair, dan ditargetkan dapat diselesaikan akhir 2018.
Sementara itu, Yasonna mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 500 pegawai lapas di Nusakambangan. Kurangnya fasilitas yang disediakan membuat sebagian besar pegawai tinggal di luar pulau.
"Saya sudah melihat apa yang dibangun di Bali (rusun), tidak beda dengan apartemen yang dibangun oleh swasta. Kami berterimakasih kepada Menteri PUPR. Ini sangat membantu Kemenkumham," katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan MOU antara KemenPUPR dan Kemenkumham, berupa penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jendral Bina Konstruksi KemenPUPR dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, serta penyerahan sertifikat Menteri PUPR kepada narapidana sebagai tenaga kerja bersertifikat.
Basuki mengungkapkan, kerja sama dengan Kemenkumham ini dilakukan dalam rangka melatih warga binaan yang sudah menjalani 2/3 masa tahanan, sehingga saat sudah keluar, mempunyai keahlian jasa konstruksi. Ada lebih dari 250 ribu warga binaan yang mendapatkan pelatihan dari Ditjen Bina Konstruksi.
"Kita berikan sertifikat jasa konstruksi. Mereka juga masih warga negara Indonesia yang mempunyai masa depan. Sertifikat tadi masuk ke dalam database tenaga kerja LPJK, jadi dimana saja dia bisa mencari pekerjaan," kata Basuki.
Yasonna menambahkan, pihaknya menyambut baik pembangunan rumah susun sewa dan rumah khusus bagi pekerja lapas tersebut.
"Kami berharap, Kementerian PUPR dapat ikut serta meningkatkan dan memenuhi kebutuhan PSU di Pulau Nusakambangan, diantaranya perbaikan jalan, pembangunan poliklinik, serta pembangunan rusus atau rusun di kawasan Karang Anyar bagi petugas lapas super maximum security," harap Yasonna.
Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Bina Konstruksi KemenPUPR, Syarif Burhanuddin dan Direktur Rumah Khusus, Chris Robert Marbun.
Berita Terkait
-
1.217.794 unit Program Sejuta Rumah Terbangun Tahun Lalu, Hunian Murah Laris Manis
-
Ayo Ikutan Kompetisi Video Storytelling Hari Jalan 2023, Hadiah Total Sampai Rp30 Juta!
-
Renovasi Venue Tuntas 100 Persen, Indonesia Siap Gelar Piala Dunia U-17 2023
-
Belajar Sejarah Perkotaan Indonesia, Masyarakat Diundang dalam Pameran Suatu Hati yang Baik 2045
-
Pemprov Lampung Tak Becus Urusi Jalan Rusak, Jokowi Minta KemenPUPR Turun Tangan
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Perkuat Investasi Bisnis Indonesia-Korea, KB Bank Gelar 2026 Indonesian Day Business Forum di Seoul
-
Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale
-
Harga Jadi Tantangan, PT Vale Catatkan Pendapatan USD 902 Juta
-
Bocoran Menkeu Purbaya: Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI, Tukar Wamenkeu ke Juda Agung
-
Hanya Dapat 30%, Vale Mohon-mohon ke ESDM Agar Tambahkan Kuota RKAB 2026
-
Kementerian PU Rilis Portal Data Real Time Penanganan Bencana Sumatera
-
Antam Duga 6 Korban Tewas di Pongkor Akibat Tambang Ilegal
-
Sinkronisasi dengan BI Rate, LPS Tunda Pengumuman Tingkat Bunga Penjaminan
-
Pelaku UMKM Bisa Gunakan Fitur Ini di GoPay untuk Kelola Keuangan
-
Pulihkan Konektivitas Aceh, Pemerintah Tangani Permanen 6 Jembatan dan 28 Titik Longsor