Suara.com - Direktur Utama PT Mahaka Media Tbk (ABBA) Adrian Syakawie mengakui dirinya cukup kesulitan menemui Erick Thohir sang pemilik perusahaan.
Adrian mengatakan, ia mengaku cukup kesulitan menemui Erick Thohir lantaran Erick Thohir kini tak lagi mengatur perusahaan. Terlebih, saat ini Erick Thohir disibukan menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin.
"Saya ketemu beliau saja susah. Pokoknya dipercayakan ke kita secara profesional lah, sudah dua tahun lebih," kata Adrian saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).
Adrian menjelaskan, meskipun Erick Thohir telah menjabat sebagai Ketua TKN, ia memastikan tidak ada campur tangan Erick Thohir dalam perusahaan yang menyebabkan keberpihakan pada kubu tertentu.
ABBA sebagai perusahaan media yang menaungi beberapa media online, koran dan radio memastikan netralitasnya.
"Dia menjadi ketua timses itu atas diri pribadi. Kami di Mahaka berkomitmen untuk tetap menjaga netralitas," tutupnya.
Sebelumnya, setelah terpilihnya Erick Thohir menjadi ketua TKN, saham ABBA terus merangkak naik, bahkan kenaikannya cukup signifikan sehingga disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia pada 14 September dan baru diperdagangkan kembali pada 17 September 2018.
Namun, setelah diperdagangkan kembali, saham ABBA kembali mengalami kenaikan signifikan sehingga kembali disuspensi pada 18 September 2018.
Data Bloomberg menunjukan, saham ABBA dibuka di level Rp 143 per saham naik 50 poin atau 34,48 persen ke level Rp 195 per saham pada perdagangan 18 September 2018.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak