Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengingatkan kepada penyedia jasa financial technology atau fintech di Indonesia untuk tidak menyalahgunakan kekuasan kepada para nasabahnya.
Pasalnya, selama ini OJK sering kali menerima laporan penagihan yang dilakukan kepada nasabahnya sangat semena-mena.
“Penagihannya ada yang melalui Whatsapp, terus menagihnya itu seperti menindas. Tidak boleh Fintech seperti itu,” kata Wimboh di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Menurut Wimboh, manfaat fintech yang seharusnya bisa dirasakan masyarakat yakni kemudahan transaksi keuangan melalui digitalisasi, meminimalkan biaya, serta dapat meningkatkan tingkat inklusi keuangan masyarakat.
“Kami mau di sini semua transparan, perlindungan konsumen dan pengawasan berdasarkan market conduct dalam menjalankan proses bisnisnya. Jangan ada abusement seperti yang kerap terjadi belakangan ini,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan fintech ini sangat baik, pasalnya secara tidak langsung bisa menjawab tantangan yang sedang dihadapi negara yaitu kesenjangan ekonomi dan inklusi keuangan yang masih rendah.
“Ini harus diperhatikan bersama kedepannya, agar perekonomian di Indonesia bisa lebih baik lagi dengan adanya fintech ini,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis