Suara.com - Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) akan digelar pada 16-31 Agustus 2019. Di HBDI, produk-produk yang akan dijual didiskon hingga 74 persen.
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan, HBDI menjadi kesempatan para pelaku usaha di sektor ritel, kuliner dan hiburan untuk memancing konsumen.
"HBDI dapat dimanfaatkan sebagai sarana memacu daya beli masyarakat yang akhirnya berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Srie, Kamis (25/7/2019).
Srie menerangkan, kegiatan HBDI akan diikuti pelaku ekonomi kreatif, pusat perbelanjaan dan pelaku bisnis ritel. Nantinya akan diikuti lebih dari 200 perusahaan, 300 brand yang tersebar di lebih dari 70 kota.
Bahkan melalui kegiatan ini bisa menjadi ajang promosi produk dalam negeri seperti makanan, minuman, kerajinan dan fashion.
Menurutnya, jika HBDI digelar secara rutin bisa menjadi daya tarik pariwisata seperi hari diskon Black Friday di Amerika Serikat.
"HBDI dapat digelar secara rutin yang menjadi acara ikonik rutin setiap tahun seperti Black Friday di Amerika Serikat dan Boxing Day Sale di Inggris," tambahnya.
Nantinya pada pembukaan HBDI akan diselenggarakan parade merek lokal. Diharapkan produk asli Indonesia bisa dikenal dan menjadi daya tarik wisatawan asing.
"HBDI dapat menarik wisata mancanegara agar mengenal budaya Indonesia, harapan tahun ini akan lebih naik lagi," tuturnya.
Baca Juga: Nyentrik, Water Park Ini Beri Diskon Pria yang Memiliki Perut Buncit
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya