Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut hanya di Indonesia mekanisme tarif tiket pesawat kelas ekonomi diatur pemerintah. Budi mengatakan di negara lain tarif tiket pesawat diatur lewat mekanisme pasar.
Budi menuturkan, jika pasar sedang alami sepi atau low season maka tarif tiket pesawat bisa dibanderol murah. Sebaliknya, jika pasar penumpang sedang tinggi-tingginya, maka tarif pesawat juga bisa ikutan mahal.
"Mekanisme pentarifan berlaku untuk pasar, kita cukup maju menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah ini jadi sarana," kata Budi di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).
Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu menuturkan, ditetapkan tarif kelas ekonomi makan akan tercipta keseimbangan antara kinerja maskapai dengan permintaan masyarakat.
"Jangan asal melakukan cost tapi enggak menerapkan. Ada ekuilibrium atau keseimbangan," ucap dia.
Meski demikian, pengaturan tarif tiket pesawat hanya bisa pada maskapai berbiaya rendah atau low cost Carrier (LCC). Dia pun berharap dengan pengaturan ini masyarakat bisa mendapatkan tiket tarif pesawat murah.
"Pada dasarnya LCC emang bisa kita komunikasikan untuk melakukan, kemarin sharing. Semua stakeholder harus menanggung atau berikan solusi bagi masyarakat. Supaya penerbangan jadi yang kita banggakan dan menerapkan tarif yang pantas buat masyarakat," kata dia.
Untuk diketahui, aturan soal tarif tiket pesawat tercantum dalam - Keputusan Menteri Perhubungan No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Baca Juga: Berlaku Hari ini, Tiket Pesawat Ada yang di Bawah Rp 500 Ribu
Berita Terkait
-
Soal Tarif Pesawat, Menhub Usul Ada Kolaborasi Maskapai dengan Pariwisata
-
Bos Lion Minta Pemerintah Permudah Maskapai Bangun Bengkel
-
Runway 3 Bandara Soekarno - Hatta Siap Beroperasi Agustus 2019
-
Tiket Pesawat Jadi Murah Keselamatan Penumpang Terancam?
-
Maskapai Larang Ambil Gambar, Menhub: Mestinya Diperbolehkan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Target IPO 2026 Tak Berubah Meski Awal Tahun Sepi di Pasar Modal
-
BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon
-
Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil
-
Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas Hadapi AI
-
IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!
-
Usai Divonis Bebas Kasus Video Profil Desa, Amsal Sitepu Ditunjuk Jadi Ketua Gekrafs Karo
-
Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen
-
Bos BP BUMN Cari Peruntungan Sektor Energi Lewat Kolaborasi ExxonMobil
-
Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV
-
Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas