Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto berencana bakal menghapus sejumlah peraturan-peraturan perdagangan. Terutama peraturan yang menghambat ekspor.
Agus mengatakan pemangkasan peraturan ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Jadi kalau menghambat ekspor karena peraturannya panjang atau mereka tidak meningkatkan produksi yang berpotensi bisa diekspor, ini yang akan saya lakukan salah satunya," kata Agus di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).
Kendati demikian, Agus masih mengecek peraturan-peraturan mana yang dinilai menghambat ekspor. Tapi, ia berjanji akan bekerja cepar memangkas aturan tersebut.
"Itu secara prinsip nanti akan dilihat. Banyaknya itu kan nanti oh ini menganggu. Kita engga bisa dihitung secara kuantitas sekarang, nanti itu prinsipnya itu," tutur dia.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, pemangkasan sejumlah aturan menjadi salah satu program 100 kerja dirinya sebagai Menteri Perdagangan.
Selain itu, dalam 100 hari kerja ke depan Agus jugabakal fokus dalam perjanjian perdagangan dengan negara lain.
"Itu fokusnya adalag perjanjian ini ada beberapa perjanjian yang harus diselesaikan tahun depan dan beberapa juga tahun ini. Itu prinsipnya," pungkas dia.
Baca Juga: Ekspor Kelinci Hias via Karantina Pertanian Bandara Soetta Meningkat
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN
-
Apindo Berharap Perjanjian Dagang RI-AS Pangkas Tarif Industri Padat Karya
-
PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Orange Bonds
-
Pajak Kendaraan Jateng Naik Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Arus Kendaraan Mudik Diproyeksi Naik 7%, Bisa Picu Potensi Macet di Pelabuhan
-
Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI
-
BPJS Gratis untuk Driver Ojol, Program Apresiasi Gojek Bikin Kerja Lebih Tenang
-
Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam
-
Peringatan Bahlil Soal Pasokan Energi RI Jika Ada Perang
-
Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal