Suara.com - Penerbangan perintis kargo yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah dilaksanakan di sejumlah wilayah terpencil tanah air, seperti wilayah pegunungan Papua dimana satu-satunya akses transportasi hanya lewat udara.
Kini penerbangan tersebut berdampak positif bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, salah satu manfaat adanya penerbangan perintis kargo ini adalah menurunnya harga kebutuhan pokok di wilayah Pegunungan Papua, salah satunya harga beras.
Polana menuturkan, sebelum adanya penerbangan perintis di wilayah Pegunungan Papua disparitas harga untuk kebutuhan pokok cukup tinggi, tapi sekarang dengan adanya penerbangan perintis kargo tersebut disparitas harga bisa dikurangi.
"Tahun lalu dengan adanya penerbangan perintis ini disparitas harga di wilayah tersebut menurun hingga 40 sampai 50 persen," kata Polana di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Polana mencontohkan seperti di wilayah Oksibil, Tarangop, Kawor, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua harga beras di daerah tersebut cukup mahal sekitar Rp 800 ribu per 25 Kg.
"Tapi tadi kita lihat sekarang itu harga beras sudah cukup turun dari Rp 800 ribu menjadi Rp 500 ribu," katanya.
Dirinya pun berharap bahwa dengan adanya penerbangan kargo yang biayanya disubsidi oleh Ditjen Perhubungan Udara tersebut, diharapkan disparitas harga barang kebutuhan pokok di sejumlah wilayah pegunungan Papua bisa jauh lebih murah dan terjangkau. Hal ini agar harga-harga tersebut setaraf dengan daerah lain di Indonesia.
Polana menyebut di wilayah Papua sendiri memang paling banyak adanya penerbangan perintis baik penumpang dan kargo, karena kontur wilayah Papua hampir seluruhnya adalah pegunungan sehingga satu-satunya akses transportasi hanyalah lewat udara.
Baca Juga: 500 Ton Beras Bulog Tak Layak Dikonsumsi Hewan Apalagi Manusia
Di Papua sendiri ada sekitar 9 Koordinator Wilayah yang melayani 116 rute penerbangan perintis sementara untuk penerbangan perintis kargo sebanyak 22 rute penerbangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar
-
ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit
-
ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana
-
Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana
-
Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini
-
Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker