Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus anggota panja skandal kasus Jiwasraya, Herman Khaeron mengungkapkan adanya kenaikan klaim nasabah sampai bulan Januari 2020 mencapai Rp 16 triliun, angka ini naik dari sebelumnya Rp 13,7 triliun pada bulan November 2019 lalu.
"Ada kenaikan klaim asuransi dari nasabah dari Rp 13,7 triliun pada bulan November menjadi Rp 16 triliun pada akhir Januari 2020, ini dari hasil rapat panja bersama dengan Menteri BUMN dan Jiwasraya," kata Herman saat ditemui di Kawasan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (2/2/2020).
Karena itu, harus ada solusi jangka panjang dan bersifat komperhensif dalam menyelesaikan kasus Jiwasraya ini, karena setiap saat ada kenaikan klaim dari nasabah.
"Rp 14 triliun (dari Rp 13,7 pembulatan) yang diawal kita siapkan sekarang sudah Rp 16 triliun, tidak cukup secara komprehensif secara continue untuk memenuhi hak-hak nasabah," katanya.
Oleh karena itu, menurut Herman, kebijakan yang diambil harus betul-betul memenuhi rasa keadilan bagi seluruh nasabah Jiwasraya.
"Jangan sampai yang satu dibayar yang lain enggak, kemudian baru dibayar setahun dua tahun sudah berhenti oleh karenanya rumuskan dulu opsinya yang betul untuk bisa menjamin kesinambungan pembayaran secara tuntas," ucapnya.
"Kemarin kami rapat panja dengan Menteri BUMN dan Jiwasraya ada kenaikan pasti jadi setiap saat ada kenaikan dan juga harus dipikirkan juga supaya perusahaan ini bisa beroperasi dengan memenuhi risk capitalnya yang mencapai 120 persen dan itu butuh Rp 32,89 triliun yang kemungkinan sudah naik lagi," sambung Herman.
Sebelumnya, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki kewajiban jatuh tempo polis produk JS Saving Plan pada Oktober-Desember tahun lalu sebesar Rp 12,4 triliun. Untuk tahun 2020 ini, kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan diketahui nilainya sebesar Rp 3,7 triliun.
Dengan demikian total kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan dalam waktu dekat mencapai Rp 16,13 triliun. Besaran dana tersebut terungkap dalam Dokumen Penyelamatan Jiwasraya.
Baca Juga: SBY Dinilai Terlalu Reaktif Tanggapi Kasus Jiwasraya
Berita Terkait
-
SBY Dinilai Terlalu Reaktif Tanggapi Kasus Jiwasraya
-
DPR Pesimis dengan Janji Erick Thohir Bayar Duit Nasabah Jiwasraya Maret
-
SBY Disebut Baper di Kasus Jiwasraya, Anak Buah Pasang Badan
-
Cara Sandiaga Uno Kembalikan Kondisi Keuangan Jiwasraya dan Asabri
-
Di Hadapan Wapres Ma'ruf Amin, Ketum PBNU Ungkit Kasus Jiwasraya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi
-
Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi
-
Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%
-
Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200