Suara.com - Harga minyak dunia anjlok lebih dari 10 persen ke posisi terendah semenjak 5 tahun terakhir pada perdagangan akhir pekan lalu, pelemahan itu karena sekutu OPEC menolak pengurangan produksi tambahan yang diusulkan organisasi itu.
Mengutip Reuters, Senin (9/3/2020) Minyak mentah WTI turun 10,07 persen 4,62 dolar AS ke harga 41,28 dolar AS level terendah sejak Agustus 2016.
Akhir pekan lalu adalah hari terburuk WTI sejak 28 November 2014. Bahkan pada sesi awal WTI sempat ke level terendah di 41,11 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah brent turun 9,4 persen menjadi 45,27 dolar AS per barel. Sesi rendahnya adalah 45,18 dolar AS, yang merupakan harga terburuk sejak Juni 2017.
Pertemuan antara OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, berakhir tanpa kesepakatan tentang pengurangan produksi tambahan.
Kartel dan sekutunya sepakat untuk bertemu lagi guna memantau situasi. Pemotongan produksi saat ini akan diberlakukan hingga akhir Maret sesuai rencana, tetapi tidak pasti apakah akan melampaui bulan ini.
Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kepada wartawan usai meninggalkan pertemuan di Wina pada hari Jumat bahwa anggota sekarang dapat memproduksi minyak yang mereka sukai mulai 1 April.
"Kami telah membuat keputusan ini karena tidak ada konsensus yang ditemukan tentang bagaimana 24 negara secara bersamaan harus bereaksi terhadap situasi saat ini. Jadi mulai 1 April, kami mulai bekerja tanpa mempedulikan kuota atau pengurangan yang sudah ada sebelumnya, tetapi ini tidak berarti bahwa masing-masing negara tidak akan memantau dan menganalisis perkembangan pasar," katanya.
OPEC merekomendasikan pengurangan produksi tambahan 1,5 juta barel per hari dari awal bulan depan hingga akhir tahun. Proposal tersebut tergantung pada dukungan dari produsen non- OPEC, termasuk Rusia.
Baca Juga: Industri Pariwisata di Bintan Dihantui Limbah Minyak Berwarna Hitam Pekat
OPEC memperingatkan bahwa kesepakatan itu hanya dapat diterapkan pada basis pro-rata dengan anggota inti. Ditetapkan untuk memotong 1 juta barel per hari dan mitra non- OPEC diperkirakan akan memotong 500.000 barel per hari.
Sebelumnya, harga minyak dunia telah jatuh ke area bearish karena wabah virus corona telah menyebabkan permintaan lebih rendah, dan banyak pelaku pasar memperkirakan OPEC akan mengambil langkah dalam upaya untuk menopang harga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara