Suara.com - Di tengah merebaknya virus corona atau Covid-19, pemerintah tetap berharap peran serta masyarakat untuk membantu pemerintah dalam membangun infrastruktur tak berhenti.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan dan ketidakpastian ini kerjasama pemerintah dan swasta sangatlah penting dilakukan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Maka itu KPBU jadi penting. KPBU 5 tahun lalu, meyakinkan kita untuk KPBU lumayan sulit. Jangkan Pemda, yakinkan Kementerian dan Lembaga (K/L) di pemerintah pusat saja menantang," kata Suahasil dalam acara Infra Outlook 2020 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin (9/3/2020) malam.
Maka dari itu, keterbatasan Pemerintah Indonesia dalam mendanai proyek infrastruktur menyebabkan perlu adanya pola kerjasama yang dibuat guna jalannya proyek-proyek infrastruktur tersebut.
Berdasarkan hal tersebut sudah menjadi keharusan bila Indonesia melibatkan pihak swasta dalam proses pembangunan infrastruktur. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) merupakan institusi BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan yang dibuat guna mendukung percepatan penyediaan infrastruktur di Indonesia melalui skema Public Private Partnership.
"Karena itu, apa yang telah dilakukan PII selama 1 dekada terakhir lebih jadi sangat penting. PII tingkatkan kapasitas untuk pendampingan dan melakukan diskusi terus dengan seluruh pihak yang berpotensi jadi PJPK untuk dilakukan KPBU," katanya.
Sementara itu ditempat yang sama, Direktur Utama PT PII M Wahid Sutopo dengan dukungan dari berbagai pihak, serta kerjasama yang baik dengan para mitra dan pemangku kepentingan dalam dekade pertama keberadaan PII telah dilaksanakan penjaminan untuk 21 proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha dengan total nilai proyek Rp 210 trililun serta 2 penjaminan pinjaman langsung dengan nilai proyek kurang lebih Rp 6 triliun.
"Proyek-proyek ini meliputi sektor jalan, air minum, komunikasi dan informatika, tenaga listrik, transportasi perkeretapian dan pariwisata," kata Wahid.
Dari aspek Penyertaan Modal Negara, PII dapat memanfaatkan PMN untuk mendukung penjaminan proyek-proyek infrastruktur dengan nilai proyek sebesar Rp 210 triliun atau rasio leverage sebesar 26 kali sampai dengan akhir tahun 2019. Sedangkan pengelolaan investasi membukukan akumulasi saldo laba sebesar 37.5 persen dari total PMN yang disetor.
Baca Juga: Jokowi Kumpulkan Menteri untuk Kalkulasi Dampak Corona ke Ekonomi RI
Dalam lima tahun terakhir ini, PII membukukan kinerja keuangan yang bertumbuh dan hasil audit eksternal yang memberikan opini wajar tanpa pengecualian. Demikian pula hasil audit GCG menunjukkan hasil yang terus meningkat secara kualitatif maupun kuantitatif.
"Dengan kesungguh-sungguhan PII dalam mengelola kinerja dan tata kelolanya dapat mendukung kepercayaan dari para mitra dan pemangku kepentingan dalam melakukan kerja sama terutama soal pembangunan proyek infrastruktur," katanya.
Berita Terkait
-
2 Warga Depok Positif Corona, Pemerintah Pelototi Dampak Ekonominya
-
Bukan Corona, Ini 3 Tantangan Yang Menghadang Ekonomi Indonesia
-
Ini Daftar Realisasi Infrastruktur dari Skema KPBU
-
Kementerian PUPR Pakai Skema KPBU Untuk Infrastruktur Daerah
-
Percepat KPBU, Pemerintah Bentuk Kantor "On Stop Service"
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000