Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau masyarakat agar tak mudik di tengah Pandemi Virus Corona. Pasalnya, jika mudik, masyarakat tanpa sadar telah membawa virus yang berasal dari China itu.
Sehingga, jika virus tersebar, maka kemungkinan jumlah orang terpapar dan meninggal makin banyak.
"Jadi tergantung kita sekarang, kalau tidak ada kesadaran itu kita secara tidak langsung bisa membantu jumlah orang meninggal itu bertambah, jumlah orang susah itu tambah," ujar Luhut kepada wartawan Lewat Video Conference di Jakarta, Selasa (31/3/2020).
Kendati begitu, Mantan Staf Khusus Kepresidenan ini masih belum mengetahui keputusan mudik Lebaran nanti apakah dilarang atau diperbolehkan. Sebab, keputusan itu masih dirapatkan dan hasilnya keluar pada sore ini.
"Ya ini lagi diomongin saya kira sore-sore bisa kita tahu itu, bagaimana bentuknya tapi sudah disusun formatnya," jelas dia.
Namun demikian, Luhut kembali meminta kesadaran masyarakat agar tetap berada di Jakarta dan tak melakukan mudik.
"Jadi ini yang perlu kita sadari, jadi jangan terus cepat komentar-komentar yang menurut saya membuat tambah keadaan sulit. Kan seluruh dunia ngalamin ini bukan hanya Indonesia saja, dan semua juga mengalami dengan tekanan-tekanan luar biasa," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Bahlil Tetap Proses Izin Pertambangan Ormas Meski Aturan Digugat di MK
-
Gen Z Bisa Miliki Rumah, Hunian Terjangkau Ini Jadi Alternatif di Tengah Harga Melambung
-
Bahlil Sengaja Tahan Produksi Batu Bara Jadi 600 Juta di 2026 Demi Harga Stabil
-
Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya
-
IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!
-
Dolar AS Ngamuk Bikin Rupiah Terkapar Lemah ke Level Rp 16.798
-
Pengertian Exercise Saham: Strategi Mengubah Hak Menjadi Kepemilikan Aset
-
Setelah Himbara, BP BUMN Kini Koleksi Saham BUMN Karya dari Danantara
-
Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN 2025 Rp 695,1 Triliun, Nyaris 3 Persen!